Dua Hari Lagi Lengser, Donald Trump Masih Terus Gebuk China

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Dua hari lagi lengser dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump masih terus gebuk China. Kali ini, Trump melancarkan serangan terakhirnya untuk Huawei dengan mencabut lisensi barang-barang tertentu yang dijual ke raksasa teknologi China itu, termasuk pembuat chip Intel.

Tindakan terbarunya ini adalah upaya jangka panjang negeri Paman Sam untuk melemahkan pembuat peralatan telekomunikasi terbesar di dunia tersebut yang dianggap sebagai ancaman bagi keamanan nasional negara dan kepentingan kebijakan luar negeri AS.

Baca: 2 Raksasa Teknologi Bidik Sumatera dan Nusa Tenggara

Dari situs Live Mint, Selasa, 19 Januari 2021, rumor tersebut terbit di tengah kesibukan AS melawan China di hari-hari terakhir kekuasaan Trump. Joe Biden akan mengambil sumpah jabatan sebagai Presiden AS ke-47 pada Rabu, 20 Januari waktu setempat atau Kamis, 21 Januari 2021 waktu Indonesia.

Juru bicara Intel Corp dan Departemen Perdagangan Amerika Serikat sama-sama belum memberi tanggapan atas rumor ini. Semiconductor Industry Association melaporkan bahwa Departemen Perdagangan telah menolak sejumlah besar permintaan lisensi untuk ekspor ke Huawei.

Sumber yang mengetahui permasalahan tersebut, yang berbicara tanpa mau menyebut nama, mengatakan ada lebih dari satu pencabutan lisensi. Bahkan, sumber lainnya menyebut ada delapan izin dicabut dari empat perusahaan.

"Tindakan tersebut mencakup berbagai macam produk di industri semikonduktor. Kami juga menanyakan ke perusahaan yang bersangkutan apakah mereka telah menerima pemberitahuan tersebut," demikian keterangan resmi Semiconductor Industry Association.

Mereka juga menjelaskan bahwa perusahaan telah menunggu berbulan-bulan untuk keputusan perizinan. Perusahaan yang menerima pemberitahuan memiliki waktu 20 hari untuk memberi tanggapan.

Sementara Departemen Perdagangan memiliki waktu 45 hari untuk memberi tahu perusahaan jika ada perubahan dalam keputusan atau keputusan tersebut menjadi final.

Perusahaan kemudian memiliki waktu 45 hari lagi untuk mengajukan banding. AS memasukkan Huawei ke dalam daftar entitas Departemen Perdagangan sejak Mei 2019, yang artinya membatasi pemasok untuk menjual barang dan teknologi asal AS kepada raksasa teknologi China itu.