Dua Jenderal NII Dihukum 4,5 Tahun Penjara, Satu Lainnya Diganjar 18 Bulan Bui

Merdeka.com - Merdeka.com - Tiga jenderal Negara Islam Indonesia (NII) Garut dinyatakan bersalah dalam perkara makar dan penghinaan lambang negara Indonesia. Dua di antaranya dihukum masing-masing 4 tahun 6 bulan (4,5 tahun) penjara, satu lainnya dihukum 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun) penjara.

Hukuman dijatuhkan di Pengadilan Negeri (PN) Garut pada Kamis (24/6). Vonis 4,5 tahun penjara dijatuhkan untuk Jajang Koswara (50) dan Sodikin (48). Sementara Ujer Januari (70) dihukum 1,5 tahun penjara.

Ketiganya dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 110 KUHP tentang makar dan Pasal 66 juncto Pasal 24 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang penghinaan lambang negara.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan makar dan menghina lambang negara sebagaimana dimaksud dalam dakwaan kesatu primer," kata Ketua Majeliz Hakim Haris Tewa dalam putusannya.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa satu Jajang Koswara, terdakwa dua Sodikin alias Odik dengan pidana penjara masing-masing selama 4 tahun 6 bulan, dan terdakwa Ujer Januari dengan pidana selama 1 tahun 6 bulan," lanjutnya.

Terdakwa Pikir-Pikir

Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam tuntutannya, JPU meminta agar Jajang dan Sodikin dihukum 5 tahun penjara, sedangkan Ujer 2 tahun penjara.

Kuasa hukum ketiga terdakwa, Rega Gunawan menyebut bahwa vonis yang dijatuhkan majelis hakim cukup ringan jika dibandingkan dengan kasus makar lainnya. Namun, pihaknya masih mengambil sikap pikir-pikir apakah mengajukan banding atau tidak.

"Nanti akan ada komunikasi lebih lanjut dengan para terdakwa, karena ketiga terdakwa punya hak atas itu," sebutnya.

Rega menilai bahwa putusan majelis hakim atas vonis yang dijatuhkan sudah tepat, sehingga pihaknya berterima kasih. Walau begitu, pihaknya akan tetap menunggu keputusan ketiga terdakwa. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel