Dua Jenderal NII Garut Dituntut Lima Tahun Penjara

Merdeka.com - Merdeka.com - Sidang lanjutan dengan terdakwa 3 orang yang mengaku Jenderal Negara Islam Indonesia (NII) kembali digelar Kamis (12/5) dengan agenda tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ketiga NII itu dituntut berbeda, dua terdakwa dituntut 5 tahun penjara dan satunya lagi 2 tahun penjara.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Garut yang juga JPU dalam perkara itu, Ariyanto menjelaskan bahwa dalam tuntutan yang dibacakan berdasarkan bukti dan saksi yang dihadirkan dalam persidangan sejumlah pasal yang dilanggar dinilai terbukti.

"Dari pasal yang terbukti itu kami terapkan dalam tuntutan. Sebetulnya semuanya terbukti, mulai pasal 107 ayat 1 tentang pemufakatan jahat, perbuatan makar. Kemudian pasal penghinaan tentang lambang negara dan undang-undang ITE," jelas Ariyanto.

Namun, ungkap Ariyanto, pihaknya lebih kepada membuktikan pada pelanggaran yang dilakukan oleh ketiga terdakwa dalam hal undang-undang makar.

"Karena kita berdasarkan asumsi dari keterangan ahli di persidangan, makar itu memang hanya ketika dia melakukan formil saja itu sudah terbukti. Apalagi ini sudah meng-upload dan memang sudah dari hampir kurang lebih dua tahun yang lalu. Mengajak, mendeklarasikan, memberikan semua tentang berkaitan dengan NII," ungkapnya.

Mengacu pada hal tersebut, dikatakannya, dua orang terdakwa atas nama Jajang Koswara dan Sodikin dituntut hukuman penjara masing-masing lima tahun.

"Untuk Pak Ujer, kami tuntut dua tahun penjara karena di fakta persidangan yang bersangkutan itu hanya dipakai tempat atau rumahnya saja," katanya.

"Ujer yang pertama kita tanya, dari bersangkutan beliau tidak mengerti apa-apa karena dia hanya minta digunakan rumahnya itu dari panglima yang dua itu, Sodikin dan Jajang. (EJer) sudah uzur, 70 tahun kurang lebih, dan memang tidak mengerti apa-apa. Hanya diberikan dokumen ini, pak begini, pinjam tempatnya hanya segitu saja. Kemudian tidak ikut mendeklarasikan," tambahnya.

Untuk hal yang memberatkan para terdakwa, menurutnya adalah karena sudah melakukan deklarasi terkait NII dan pengangkatannya sebagai jenderal NII sejak lama terhadap masyarakat di media sosial. Dengan apa yang dilakukan, masyarakat yang menonton ingin mengikuti.

"Hampir 57 video, semuanya ajak deklarasi, hanya memang judulnya beda-beda," tutupnya. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel