Dua Kali Dipergoki Curi Motor, Maling di Tangerang Diamuk Massa

Merdeka.com - Merdeka.com - Satu di antara dua pelaku percobaan pencurian sepeda motor di kawasan pada penduduk Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, dibekuk warga, Kamis (22/9). Dalam aksinya, pelaku sempat berpura-pura sebagai pembeli di toko kelontong saat rekannya mencongkel kunci sepeda motor yang akan dicuri.

Ketua RT01/09 Kelurahan Cipondoh Makmur, Syahbani menerangkan bahwa aksi kedua pelaku itu terungkap setelah pemilik motor menyadari sepeda motornya sedang diakali pelaku.

"Mereka ini pura-pura membeli di warung korban. Untungnya, pemilik warung yang juga pemilik motor sadar, sepeda motornya sedang diakali pelaku," jelas Syahbani.

Menurut Syahbani, aksi kedua pelaku ini terbilang nekat, sebab dilakukan di tengah hari saat masyarakat sekitar banyak beraktivitas di perkampungan itu.

"Yang pura-pura beli langsung kabur dan yang ngotak-ngatik motor juga kabur. Tapi apes korban langsung berteriak dan satu pelaku di antaranya langsung diamankan warga. Tapi yang satu pelaku temannya berhasil kabur," jelas dia.

Aksi Kedua

Dia memaparkan, pelaku yang ditangkap diduga sudah dua beraksi di kampung itu dalam beberapa waktu terakhir. Aksinya yang pertama yang juga diketahui warga. Namun ketika itu dia beralasan sedang memindahkan sepeda motor milik calon korban.

"Nih orang ada yang mengenali setelah ketangkap, dulu dia sempat berpura-pura memijit tapi ketahuan dan berdalih memindahkan motor," katanya.

Dengan tertangkapnya pelaku yang diduga sudah dua kali beraksi di kampung itu, warga melampiaskan kekesalannya. Pria itu dihajar hingga babak belur dan diikat di tiang telepon atau internet.

"Sempat dipukuli dan di ikat di tiang, tetapi petugas saya hubungin dan langsung datang ke TKP untuk membawa pelaku ke Polsek Cipondoh," kata dia.

Saat diamankan warga, pelaku mengaku berasal dari wilayah Sumatera Selatan. Dia mengontrak di wilayah Gondrong, Cipondoh, Kota Tangerang.

Aksi pelaku tertangkap tangan warga Cipondoh itu pun viral di media sosial. Dalam unggahan gambar diakun tersebut, memperlihatkan pelaku terikat di tiang jaringan telepon atau internet dengan wajah penuh memar. [yan]