Dua kali situs Presiden SBY diretas

MERDEKA.COM,

Situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) beralamat http://www.presidensby.info berubah tampilan. Situs yang biasanya memuat kegiatan presiden ini, hanya menampilkan layar hitam dan tidak bisa membuka konten-konten di dalamnya. Situs SBY sedang diserang peretas.

Para peretas tidak menyampaikan pesan secara khusus, setelah berhasil meretas situs milik Presiden SBY tersebut. Hanya ada gambar dengan ikon labu mirip gambar pocong, dan bertuliskan jemberhacker.web.id dan layar hitam, serta tulisan "! Hacked by MJL 007 ! This is a PayBack From Jember Hacker Team."

Tidak lupa, para peretas mencantumkan alamat surat elektronik mereka, yakni Jemberhackerterorrist@gmail.com pada bagian bawah situs tersebut. Identitas para peretas juga dicantumkan, antara lain Unwanted, Wayc0de, RSHx0r, Akinari, After01, Admin07, Anarchy666, ChengCheng, Star.anggam, d3ViLfac3, dillahdejavu, SiuM4n, T0L3, dan Endy Hacker Id.

Meski presidensby.info mengalami penyerangan, situs resmi istana kepresidenan yang beralamat di http://www.presidenri.go.id tetap aman dari serangan hacker. Sementara, belum ada situs-situs pemerintah lainnya yang mengalami nasib serupa.

Istana langsung bertindak cepat usai mengetahui situs resmi milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang beralamat di http://www.presidensby.info di serang peretas. Salah satunya melakukan koordinasi dengan Bareskrim Polri.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan Kemenkominfo dan Reskrim Polri, sekiranya ada hal atau tindakan yang perlu diambil," ungkap Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha di Jakarta, Rabu (9/1).

Peretas situs resmi Presiden SBY mengaku aksinya meretas situs tersebut karena Presiden SBY dinilai gagal memimpin Indonesia. Sudah dua periode memimpin, SBY dianggap tidak mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

"Ketidakberhasilan SBY dalam memimpin negeri tercinta ini, membuat kita (JHT) melakukan pembalasan terhadap SBY," kata perwakilan JHT kepada merdeka.com, kemarin.

Tidak hanya itu, peretas juga menilai kepemimpinan SBY merupakan masa subur pertumbuhan koruptor di Tanah Air. Bisa dipastikan, dari tingkat pusat sampai daerah, korupsi menjadi budaya yang cepat berkembang, ibarat jamur tumbuh di musim hujan.

"Korupsi semakin merajalela, rakyat miskin di mana-mana! Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin," terangnya.

Kasus situs resmi Presiden SBY yang diretas bukan terjadi pertama kali ini saja. Pada tahun 2007 lalu, situs presidensby.info juga pernah di-hack.

Tampilan muka situs presidensby.info kala itu diubah isinya oleh peretas dengan beberapa tuntutan. Isinya, meminta agar Presiden SBY menurunkan harga bandwith agar internet bisa diakses secara murah oleh masyarakat. Mereka juga menuntut agar SBY mendukung Indonesia Goes to Open Sources (IGOS).

Berikut sebagian tuntutan yang terpampang dalam situs presidensby.info:

"Berantas KKN, pornografi dan pornoaksi di negeri kita tercinta ini. Saya kira Anda telah menyaksikan bagaimana azab yang telah menimpa bangsa ini. Tsunami, Gempa Bumi, Banjir, dan Kecelakaan baik di udara, laut maupun darat yang telah merenggut anak dari ibunya, yang telah memisahkan adik dari kakaknya. Kurang apalagi? Tanah Longsor? Lumpur Sidoarjo? Mungkin sebentar lagi bencana yang akan lebih besar lagi. Tidakkah kita malu terhadap Tuhan? Sudah diperingatkan berulang kali tetap saja membangkang dan tidak ingat kepada-Nya. Agar permintaan kami ini diperhatikan dan dilaksanakan. Karena pemimpin yang baik pasti mendengarkan suara rakyatnya. Terima kasih. Hormat Kami, Qwerty Meski situs www.presidensby."

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.