Dua Kapal Besar Tabrakan di Muara Sungai Barito, Penumpang Arus Balik Kelaparan

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Dua kapal motor yang membawa ribuan penumpang mudik dari Jawa tertahan di tengah laut tidak bisa masuk ke Pelabuhan Trisakti Bandarmasih.

KM Satya Kencana III tidak bisa masuk ke Sungai Barito menyusul terjadi tabrakan Kapal Sinar Panjang yang membawa 150 peti kemas dengan Tongkang Anggada II bermuatan sawit yang ditarik TB. Mitra Jaya 1 pada Minggu (18/8) pukul 20.30 wita.

Insiden tabrakan dua kapal besar tidak jauh dari muara Barito. Tepatnya di bouy 4 Muara Taboneo, Kabupaten Tanah Laut. Setengah jam pascainsiden, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin langsung menutup alur Barito.

Akibat penutupan itu, seribu lebih penumpang di KM Satya Kencana III terlunta-lunta selama 12 jam di laut. Lamanya waktu penantian menyebabkan para penumpang kelaparan karena konsumsi yang tersedia di dalam kapal menipis.

Hingga Senin petang, alur Barito masih tertutup untuk keluar masuk kapal. Kondisi itu berdampak bagi para penumpang kapal. Seperti ketakutan ribuan penumpang dari Jawa yang diangkut KM Satya Kencana III dan KM Kalibodri yang tertahan berjam-jam di laut.

Pun kecemasan yang dirasakan ratusan calon penumpang di Pelabuhan Trisakti yang menunggu lama di terminal pelabuhan. Yanto, warga A Yani KM 7, Kertakhanyar, sudah sejak 02.00 Wita datang ke terminal kedatangan Pelabuhan Trisakti. Berjam-jam menunggu kapal yang akan membawanya ke Jawa tak kunjung datang.

"Sejak Minggu dinihari menunggu di terminal, kapal tak juga datang," tutur Yanto yang mengaku terpaksa kembali ke rumah. Pegawai PDAM Bandarmasin itu terkejut setelah mengetahui kapal terlambat datang karena ada tabrakan kapal kontainer dengan tongkang di alur Barito.

Dia sempat melakukan kontak dengan saudaranya, Sutrisno yang menjadi penumpang di KM Satya Kencana III. Sutrisno yang asal Ngawi ketakutan karena baru pertama kali naik kapal dari Surabaya ke Banjarmasin. "Saya waswas, saudara saya ketakutan karena selama itu berada di atas kapal," katanya.

Lain lagi yang dirasakan tiga penumpang Elud, Anto dan Andre, asal Probolinggo, Jawa Timur yang kelaparan karena menipisnya konsumsi yang tersedia di kapal.

"Kalaupun ada makanan, harganya naik dua kali lipat. Air untuk seduh mie Rp 3000-an," tutur Andre diamini dua rekannya.

Lebih kurang 12 jam para penumpang terombang-ambing di laut tanpa ada kejelasan kapan berlabuh. "Kapal berangkat dari Surabaya pada Minggu pukul 04.00. Biasanya malam sudah. Ini baru sampai Senin siang," katanya.

Kelelahan terlihat dari wajah Muhlis, mahasiswa STMIK Banjarmasin semester 5 jurusan TI. "Makanan di kantin kapal sempat kehabisan saking lamanya kapal di laut," ucapnya.

Pantauan Banjarmasin Post (Tribunnews.com Network), selain KM Satya Kencana III yang akhirnya berhasil tambat di Pelabuhan Trisakti, juga terlihat KM Kalibodri yang siap merapat.

Ratusan penumpang yang keluar dari kapal itu tampak begitu kelelahan. Mereka langsung mencari air minum, dan makanan. Anggota keluarga yang sudah lama menunggu tampak terharu melihat kedatangan mereka.

Budiono, Manajer Dharma Lautan Banjarmasin, membenarkan tertahannya KM Satya Kencana III di alur Barito. "Kapal sempat menunggu, setelah dicek aman baru boleh lewat. Kerugian tidak ada, paling kita tambah makanan untuk penumpang," katanya.

Baca Juga:

Kapal Kontainer Dikandaskan Usai Tabrakan di Sungai Barito

Kapal Kontainer dan Tongkang Tabrakan di Sungai Barito

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.