Dua kapal cepat cadangan dikerahkan layani penumpang Batam-Lingga

Dua kapal cepat cadangan dikerahkan untuk melayani penumpang dari Pelabuhan Tanjung Punggur ke sejumlah dermaga di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kata Kepala Dinas Perhubungan Kepri Junaidi,

Junaidi di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan biasanya hanya satu kapal yang melayani rute pelayaran dari Batam menuju berbagai pulau di Lingga. Pelayaran pun hanya dilakukan pada saat tanggal genap.

Namun menjelang Idul Fitri 1443 Hijriah, pelayaran dilakukan setiap hari sesuai jadwal. Dua kapal cepat cadangan juga dikerahkan karena terjadi lonjakan penumpang.

Baca juga: Dua kapal cepat segera layani penyeberangan antardaerah di Flores

"Dua kapal cepat cadangan yang dikerahkan itu Kapal Anggraini dengan kapasitas 359 penumpang dan Kapal Oceana dengan kapasitas 300 penumpang," ujarnya.

Sementara untuk rute pelayaran Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kota Tanjungpinang menuju berbagai dermaga di Lingga, kapal yang disediakan tetap tiga unit yakni MV Lintas Kepri, MV Ocean Dragon, dan MV Gembira.

Sejauh ini, kata dia, ketiga kapal itu cukup melayani penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura ke Lingga.

Baca juga: Kapal angkutan mudik di Kepri diminta tak lebihi kapasitas

"Sejauh ini masih terkendali," ucapnya.

Pemerintah juga menyiapkan opsi lain dalam mengambil kebijakan, terutama dalam mengatasi lonjakan penumpang. Kapal cepat cadangan lainnya akan dikerahkan seandainya dibutuhkan.

"Kapal cepat kita masih banyak. Posisinya sekarang 'stand by'. Kapal ini akan berlayar jika dibutuhkan," katanya.

Baca juga: Kapal perang TNI AL siap dukung mudik lebaran

Sementara kapal cepat rute Tanjungpinang-Batam berlayar setiap seluruh kursi di kapal penuh. Delapan unit kapal cepat berlayar dari Pelabuhan Sri Bintan Pura menuju Pelabuhan Punggur.

"Dari pagi sampai sore berlayar," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel