Dua KEK Baru Ini Diproyeksi Serap Ratusan Triliun Investasi

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 3 menit

VIVA – Pemerintah optimistis, dua kawasan ekonomi khusus (KEK) baru dibuat pemerintah akan menarik Investasi senilai US$19,3 miliar atau sekitar Rp269,9 triliun (kurs Rp13.984 per dolar AS. Dua KEK tersebut adalah Lido, Jawa Barat, dan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, KEK Lido diharapkan bisa mendorong pariwisata di Indonesia. Kawasan itu diproyeksikan akan menarik investasi hingga mencapai US$2,4 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 29.545 orang pada tahun ke-20.

"Hasilnya harus jelas, turis ke Jawa Barat juga harus yang berkualitas internasional," kata Airlangga sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK di Jakarta, dikutip Jumat 12 Januari 2021.

Dia menjabarkan, KEK Lido adalah KEK pariwisata dengan rencana bisnis pengembangan atraksi permainan. Di antaranya theme park kelas dunia, lapangan golf, serta retail and dining.

Bac juga: Pasar Modal 2021 Diyakini Lanjutkan Optimisme 2020

Ada pula pengembangan akomodasi resor mewah bintang enam, hotel berbintang lainnya. Hingga, pengembangan ekonomi kreatif yakni studio film dan festival musik.

Kehadiran theme park yang akan dibangun di dalam KEK Lido, diprediksi akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Nusantara dan mancanegara hingga mencapai 63,4 juta orang sampai 2038. Atau, rata-rata 3,17 juta wisatawan per tahun.

Menurut dia, aliran devisa masuk dari wisman serta penghematan devisa keluar dari wisatawan Nusantara dapat mencapai 4,1 miliar dolar AS selama 20 tahun."Ini harus menjadi yang premium juga, dan devisa nya pun juga premium," imbuhnya.

Kemudian lanjut Airlangga, KEK JIIPE diproyeksikan akan mampu menghadirkan investasi senilai US$16,9 miliar. Dengan serapan tenaga kerja mencapai 199.818 orang pada saat beroperasi penuh. KEK itu rencananya akan dikembangkan bisnis industri metal, elektronik, kimia, energi, dan logistik.

Hasil produksi pelaku usaha di dalamnya, lanjut dia, diproyeksikan akan mampu memberikan kontribusi ekspor sebesar US$10,1 miliar dolar AS per tahun Ketika beroperasi penuh. Serta, substitusi impor pada produk industri metal dan kimia.

Lebih lanjut menurut Airlangga, Pemprov Jawa Timur telah menyatakan kesiapan aksesibilitas Gresik. Salah satunya Jalan Tol Krian Legundi Bunder Manyar yang telah beroperasi dan diharapkan meningkatkan kelayakan industri yang ada di KEK itu.

Kedua usulan KEK yang telah disetujui itu kemudian akan menjadi rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo.

Seperti diketahui, kini sudah ada 15 KEK terdiri dari sembilan KEK industri dan enam KEK pariwisata. Yakni di Arun Aceh, Sei Mangkei Sumatera Utara, dan Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan.

Kemudian, KEK Galang Batang Kepulauan Riau, Tanjung Kelayang Kepulauan Bangka Belitung, Tanjung Lesung Banten, Mandalika NTB, Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur, dan Palu Sulawesi Tengah.

Selain itu, KEK Bitung Sulawesi Utara, Morotai Maluku Utara, Sorong Papua Barat, Singhasari Jawa Timur, Likupang, Sulawesi Utara, dan Kendal, Jawa Tengah. Pengembangan KEK telah menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp70,4 triliun dan telah terealisasi sebesar Rp23,1 triliun hingga akhir 2020.

Hingga kini, realisasi investasi terbesar berasal dari Galang Batang yang secara resmi beroperasi pada akhir 2018. Kemudian Sei Mangkei, dan juga Kendal yang baru saja ditetapkan menjadi KEK pada akhir 2019.

Dengan pengembangan KEK yang telah dilakukan Pemerintah, telah tercipta lapangan pekerjaan untuk 19.951 orang hingga akhir 2020. (Ant)