Dua kelompok ricuh di Kutai Barat, rumah dan pasar dibakar

MERDEKA.COM, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur mencekam. Cuma gara-gara masalah sepele, dua kelompok massa ricuh. Pasar dan rumah warga dibakar.

"Pada Minggu dinihari, pasar tradisional yang berada di depan Kantor Polres Kutai Barat dibakar massa dan sebelumnya juga beberapa rumah dari etnis tertentu sempat dirusak dan dibakar. Saat ini, situasi masih mencekam dan beberapa warga terpaksa mengungsi di kantor polisi dan Kodim setempat," ungkap salah seorang warga Barong Tongkok, Kutai Barat, Anton, Minggu (25/11). Demikian dikutip antara.

Pengrusakan rumah-rumah dan pasar tradisional di Kabupaten Kutai Barat dipicu cekcok antara seorang warga dengan petugas APMS (agen premium dan minyak solar) di Kecamatan Barong Tongkok pada Jumat (23/11).

Saat itu, salah seorang warga hendak membeli bensin dan oleh petugas APMS dijawab habis, namun warga tadi tetap ngotot sebab melihat masih ada warga lainnya yang mengisi BBM sehingga terjadi cekcok mulut yang berujung pengeroyokan yang dialami warga tersebut.

Tidak terima dikeroyok, warga tadi kemudian melaporkan kejadian itu ke keluarganya dan Bersama 500 orang yang menggunakan atribut etnis tertentu kembali mendatangi APMS untuk mencari pelaku pemukulan tersebut.

Namun karena tidak menemukan para pelaku massa kemudian merusak APMS hingga berlanjut pada pengrusakan rumah-rumah warga milik salah satu etnis pendatang. Sebuah pasar yang berada di depan Mapolres Kutai barat juga dibakar sekelompok massa.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.