Dua Kelompok Warga Bentrok Saling Panah di Nduga Papua, 3 Orang Luka

·Bacaan 4 menit

VIVA – Dua kelompok masyarakat di Kabupaten Nduga, Papua saling bertikai. Kedua kelompok yang bentrok tersebut yakni kelompok warga di Kampung Nogolaid Distrik Kenyam dan Distrik Wosak dengan Distrik Iniye.

Pertikaian antar masyarakat tersebut diketahui aparat kepolisian setelah mendapati informasi dari warga setempat. Dengan adanya laporan ini, Kapolres Nduga Komisaris Polisi I Komang Budiartha bersama personel Polres Nduga langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Selanjutnya Kapolres Nduga bersama personel menghalau massa serta mengimbau massa untuk mundur dan membubarkan diri. Namun massa dari kedua belah pihak masih bersikeras serta melepaskan anak panah ke arah personel kepolisian sehingga petugas memberikan tembakan peringatan ke udara, agar massa dari kedua belah pihak mundur.

“Pada saat terjadi pertikaian, didapat informasi adanya korban luka bernama Isen Tabuni yang mengalami luka terkena anak panah pada bagian pantat sebelah kiri, sehingga personel membawa ke Puskesmas Kenyam guna penanganan medis,” kata Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Ahmad Musthofa Kamal, Kamis, 19 Agustus 2021.

Setelah anggota polisi berusaha melerai massa tersebut, lanjut Kamal, massa dari kedua belah pihak yang bertikai berangsur-berangsur mundur. Selanjutnya Kapolres Nduga I Komang Budiartha memberikan pemahaman kepada massa dari masyarakat Distrik Wosak yakni apabila mempunyai masalah jangan diselesaikan dengan jalan perang suku atau saudara.

Hal tersebut tidak akan meyelesaikan masalah namun akan menambah masalah baru. “Jadi sebaiknya saudara melaporkan hal tersebut kepada kami pihak Kepolisian sehingga kami dapat membantu menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan maupun dengan tindakan hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” ujarnya.

Agar permasalahan ini tidak berlanjut, ujar Kamal, anggota Polres Nduga meminta beberapa perwakilan dari masyarakat Distrik Wosak dan masyarakat Distrik Iniye untuk ke Polres Nduga guna menyelesaikan masalah ini.

Kemudian Kapolres Nduga kembali mendatangi massa dari keluarga Distrik Iniye, untuk memberikan imbauan agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga, Namia Gwijangge juga mendatangi lokasi massa dari keluarga Distrik Iniye. Dia langsung memberikan arahan kepada massa supaya dalam menyelesaikan masalah tidak dengan cara kekerasan dan pertikaian dihentikan.

“Masalah ini harus diselesaikan dengan hukum nasional di Kantor Polisi Polres Nduga, tetapi massa tetap menolak diselesaikan secara hukum, mereka harus membalas karena sudah ada korban luka dari pihak kami,” kata Namia.

Kemudian Kapolres Nduga Komisaris Polisi I Komang Budiartha bersama dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga Namia Gwijangge lantas menuju ke Puskesmas Kenyam, Kabupaten Nduga guna membesuk korban luka akibat terkena anak panah.

Namia menyampaikan, pihaknya tidak menginginkan adanya pertikaian. Dia mengatakan, apabila ada masalah segera lapor ke pihak Kepolisian sehingga nanti dari pihak Kepolisian akan mencari solusi dalam penyelesaian masalah tersebut.

Untuk menghentikan pertikaian tersebut, Komang dan Namia kembali menuju ke massa dari keluarga Distrik Wosak. “Jika ada keluarga yang terkena atau lukanya berat segera dibawa ke Puskesmas Kenyam guna mendapatkan perawatan medis. Saya berharap untuk saudara-saudara tidak boleh menyerang lagi, cukup sampai di sini tidak boleh terulang kembali,” ujar Namia.

Pada pukul 16.10 WIT, personel Polres Nduga bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga kembali ke Polres Nduga guna melakukan konsolidasi. Tim kembali memperoleh informasi bahwa telah terjadi pertikaian kembali di tempat yang sama yakni di Distrik Nogolaid, Kampung Nogolaid, Kabupaten Nduga.

Tim yang dipimpin Kapolres Nduga Kompol I Komang kembali ke lokasi kejadian. Kemudian petugas langsung menghalau massa serta mengimbau untuk mundur dan membubarkan diri.

Namun massa dari kedua belah pihak masih bersikeras sambil melepaskan anak panah ke arah personel Polres Nduga sehingga personel melepaskan tembakan peringatan ke udara, agar massa dari kedua belah pihak mundur.

Kamal mengungkapkan, tim berhasil melerai kedua belah pihak yang melakukan pertikaian, namun setelah massa dari Suku Wosak mundur terdengar bunyi letusan dari arah hutan dari sebelah kiri sebanyak 3 kali, sehingga tim mencari perlindungan ke mobil Armourd. Tim pun memanggil Kepala Kampung dari masyarakat Distrik Wosak untuk memerintahkan massa membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.

“Aparat bergeser menuju ke massa dari masyarakat Distrik Iniye kemudian mengimbau massa untuk membubarkan diri dan kembali kerumah masing-masing,” katanya.

Kamal sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi karena kedua belah pihak yang bertikai merupakan suku yang saling bersaudara.

Adapun warga yang mengalami luka-luka yakni Isen Tabuni (20), Dogeles Tabuni (30), Ebes Tabuni (19) mengalami luka pada paha bagian sebelah kiri karena kena panah. “Saat ini para korban sudah berada di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” ujarnya.

Diketahui, pertikaian ini terjadi diduga akibat perselingkuhan yang terjadi pada 5 Juli 2021. Permasalahan tersebut sebenarnya sudah diselesaikan secara adat dengan kedua belah Pihak di Kampung Nogolaid dan masyarakat dari Distrik Wosak sudah membayar denda uang tunai kepada keluarga dari Distrik Iniye.

Kemudian ada beberapa dari keluarga masyarakat Distrik Iniye, dengan terus menerus mendatangi pihak keluarga dari Distrik Wosak dengan maksud meminta masalah ini diselesaikan atau mengungkit kembali masalah yang lama.

Selanjutnya pada Rabu, 18 Agustus 2021, datang lagi dengan beberapa sanak keluarga dari Distrik Iniye sambil membawa surat, namun pihak keluarga dari masyarakat Distrik Wosak tidak menerima dan marah sehingga terjadi adu mulut. Kemudian dari masyarakat Distrik Wosak marah dan tanpa bicara banyak langsung melepaskan anak panah ke arah keluarga dari masyarakat Distrik Iniye.

Karena tidak terima, kemudian pihak keluarga berkumpul. Setelah itu bergerak ke Kampung Nogolaid Atas untuk melakukan perang.

Situasi saat ini sudah aman dan kondusif dan kedua kelompok warga telah membubarkan diri.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel