Dua Kementerian Majukan Wisata Kesehatan Indonesia

Nusa Dua (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan, pihaknya bersama dengan Kementerian Kesehatan meluncurkan gerakan terpadu Indonesia "Wellness and Healthcare Tourism Moverment" (IWHT).


"Program ini merupakan sinergi dua kementerian untuk mengembangkan wisata kesehatan Indonesia yang memiliki ciri khas natural dan holistik dengan memanfaatkan kearifan budaya lokal dan didukung oleh data ilmiah serta sarana pelayanan kesehatan yang terakreditasi secara nasional dan internasional," kata Mari Elka di Nusa Dua, Bali, Jumat.

Pada acara peluncuran IWTH itu, ia mengatakan, pihaknya sangat mendukung gerakan IWHT karena berkaitan erat dengan pengembangan tujuh wisata minat khusus yang saat ini menjadi program unggulan Kemenparekraf.

Menurut dia, Wisata kesehatan menjadi daya tarik tersendiri untuk meningkatkan kualitas wisatawan ke Indonesia.

"Kami tahu bahwa wisata kesehatan akan menjadi produk unggulan yang merupakan sinergi dari `wellness` yang berbasis ilmiah dan memiliki ciri khas Indonesia. Layanannya juga harus di rumah sakit yang terakreditasi secara internasional," katanya.

Sementara Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan, saat ini sebagian besar rumah sakit di Indonesia sudah siap melayani wisata kesehatan karena sudah mengikuti proses akreditasi JCIA (Joint Commission International Accreditation).

Bahkan, kata dia, saat ini sudah ada sejumlah rumah sakit swasta dan delapan RS milik pemerintah sedang dalam proses sertifikasi JCIA.

"Kami mengharapkan RS Indonesia harus bisa menyediakan layanan `wellness` sehingga merupakan layanan kesehatan secara holistik," ujarnya.

Peluncuran gerakan wisata kesehatan Indonesia ini dilakukan bersamaan dengan "The 11 Asia Pasific Conference of Anti-Aging and Regenerative Medicine" di Nusa Dua, Bali.

Kegiatan tersebut diikuti 150 dokter dari Asia Pasifik, 100 pemangku kepentingan (stakeholder) di bidang kesehatan.

Setelah peluncuran itu ditargetkan tahun 2014 sudah terwujud RS yang melayani wisata kesehatan. Indonesia diharapkan bisa bersaing dengan negara China, Singapura, Malaysia, Thailand, Australia dan India.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.