Dua lokasi pengungsian korban banjir di Kota Jayapura segera ditutup

·Bacaan 1 menit

Tim Tanggap Darurat Bencana Alam Pemerintah Kota Jayapura menjadwalkan penutupan dua lokasi pengungsian korban banjir yakni GOR Trikora dan Diklat Sosial di Distrik Abepura.

"Memang benar dua tempat penampungan Jumat (14/1) dijadwalkan ditutup dan para pengungsi diminta kembali ke rumah masing-masing kecuali yang rumahnya masih tergenang air seperti yang berlokasi di sekitar Kali Konya, Distrik Heram," kata Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Alam Kota Jayapura Rustan Saru di Jayapura, Kamis.

Baca juga: Dapur umum siapkan 2.700 bungkus untuk pengungsi di Jayapura

Diakui, ada beberapa rumah di Distrik Heram terutama yang bermukim di sekitar Kali Konya yang masih terendam banjir sehingga bila ada yang mengungsi di GOR Trikora pihaknya tetap mengizinkan.

"Selain itu, masa tanggap darurat juga akan berakhir Jumat (14/1)," kata Rustan Saru seraya menambahkan bencana alam banjir dan tanah longsor terjadi Kamis (7/1) di empat distrik.

Baca juga: PMI Papua berikan promkes untuk pengungsi banjir bandang Sentani

Warga yang mengungsi di GOR Trikora tercatat 198 orang dan di Diklat Sosial 125 orang.

Bagi warga yang membutuhkan bantuan, Pemkot Jayapura siap membantu setelah terlebih dahulu melapor ke RT/RW dan kelurahan, ungkap Rustan Saru yang juga menjabat Wakil Wali Kota Jayapura.

Bencana alam tanah longsor dan banjir yang terjadi Kamis (7/1) menyebabkan 19.327 orang terdampak.

Delapan orang dilaporkan meninggal dan enam orang luka-luka dan sempat dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Jayapura.

Baca juga: 93 pengungsi dari Kabupaten Jayapura kembali ke Wamena

Baca juga: Menhan kunjungi pengungsi korban kerusuhan Wamena di Jayapura

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel