Dua nelayan korban tenggelam di perairan Australia dipulangkan ke Rote

·Bacaan 1 menit

Dua orang nelayan yang selamat dalam peristiwa tenggelamnya KM Kuda Laut di perairan Australia telah dipulangkan ke Rote, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Dua nelayan yang selamat dalam peristiwa tenggelamnya KM Kuda Laut pada 18 Maret 2022 lalu, sudah dipulangkan Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT ke Rote Ndao," kata Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTT, Mery Foenay di Kupang, Rabu.

Kedua nelayan asal Kabupaten Rote Ndao itu yakni Habel Kanuk dan Melki Giri.

Keduanya dipulangkan ke daerah asalnya di Rote Ndao atas biaya pemerintah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: Kapal nelayan Rote hilang kontak di perairan Indonesia-Australia

Baca juga: Korban kapal tenggelam asal NTT terima vaksin dosis pertama di Darwin

Musibah tenggelamnya KM Kuda Laut di perairan Australia pada 18 Maret 2022 lalu menyebabkan sembilan orang anak buah kapal hilang dan tiga orang selamat.

Dua dari tiga nelayan yang selama telah dipulangkan ke NTT sedang satu lainnya, yaitu Ricki Balu masih dalam perawatan medis di Darwin, Australia karena masih dalam keadaan sakit.

Kedua nelayan dipulangkan ke Kupang dibiayai Kementerian Kelautan dan Perikanan setelah menjalani karantina terpusat di Wisma Atlet Jakarta.

"Kedua nelayan yang dipulangkan ke Rote Ndao dijemput oleh petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Rote Ndao dan selanjutnya dikembalikan ke keluarga masing-masing setelah tiba di Rote," kata Foenay.

Menurut Foenay pemulangan kedua nelayan dari Australia ke Jakarta ditanggung oleh pemerintah Australia.

Baca juga: Satu lagi nelayan NTT di Australia terpapar COVID-19

Baca juga: Dua nelayan NTT yang selamat jalani pemeriksaan kesehatan di Darwin

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel