Dua Orang di Ghana Positif Tertular Virus Marburg yang Sangat Menular

Merdeka.com - Merdeka.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan, dua orang di Ghana dites positif virus Marburg, yang menyebabkan penyakit sangat menular mirip Ebola. Dua orang ini dinyatakan meninggal.

Dalam pernyataannya pada Kamis, WHO mengatakan tes dilakukan di Ghana hasilnya positif, tapi hasil tersebut harus diperkuat lagi dengan uji laboratorium di Senegal agar kasus dapat dinyatakan terkonfirmasi.

Dua pasien tersebut berasal dari daerah Ashanti dan keduanya mengalami gejala seperti demam, diare, mual, dan muntah-muntah, sebelum meninggal di rumah sakit.

Jika kasus tersebut terkonfirmasi, dua kasus ini akan menjadi wabah Marburg kedua di Afrika Barat. Kasus pertama virus Marburg terdeteksi tahun lalu di Guinea, dan tidak ada kasus lain yang teridentifikasi.

"Persiapan tanggap daurat kemungkinan adanya wabah sedang disiapkan dengan cepat sembari dilakukan penyelidikan lebih lanjut," jelas WHO, dikutip dari Al Jazeera, Senin (11/7).

Ada belasan wabah Marburg besar sejak 1967, sebagian besar di Afrika selatan dan timur.

Menurut WHO, virus Marburg biasanya dikaitkan dengan paparan terhadap gua yang merupakan rumah bagi koloni kelelawar Rousettus. Jika terpapar pada manusia, virus ini menyebar melalui kontak cairan tubuh orang yang terinfeksi, atau permukaan atau benda yang terkontaminasi.

Penyakit ini dirasakan tiba-tiba, disertai demam tinggi, sakit kepala luar biasa, dan rasa tidak nyaman.

Pada wabah Marburg di masa lalu, tingkat kematian 24 persen sampai 88 persen tergantung jenis virus dan cara penanganan. WHO mengatakan, walaupun tidak ada vaksin atau obat anti virus yang disetujui, rehidrasi oral atau intravena dan pengobatan terhadap gejala spesifik penyakit ini bisa memperbaiki tingkat kelangsungan hidup pasien.

[pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel