Dua Pejabat Pelindo Bengkulu Jadi Tersangka Korupsi

Bengkulu (Antara) - Kepolisian Daerah Bengkulu menetapkan dua pejabat PT Pelindo Bengkulu SM dan MA sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi biaya sandar kapal.

"Sudah dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni salah seorang manajer SH dan advisor atau konsultan MA," kata Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Mahendra Jaya di Bengkulu, Rabu.

Ia mengatakan kedua tersangka diduga korupsi dengan menyalahgunakan wewenang sebagai pejabat negara.

Kasus ini kata dia berawal dari pengaduan pengurus PT Slamet Group Perkasa yang memiliki sejumlah kapal yang bersandar di kolam Pelabuhan Pulai Baai yang dikelola PT Pelindo II Bengkulu.

Dalam pengaduan itu dilaporkan bahwa pemilik kapal diminta membayar retribusi atau biaya sandar sebesar 5,5 dolar AS per ton.

Padahal biaya tersebut dibebankan kapal berbobot di atas 40 ribu ton. Sedangkan kapal milik pelapor berbobot di bawah 40 ribu ton yang seharusnya membayar 1,5 dolar AS per ton.

"Pelapor diminta untuk membayar 5,5 dolar AS per ton, dan jika tidak membayar mereka diancam tidak akan dilayani," katanya.

Keberatan dengan perlakuan manajemen PT Pelindo II tersebut, pelapor mengadukan kasus itu ke Polda Bengkulu dengan tuduhan awal yakni pemerasan.

Setelah penyidik Polda menyelidiki kasus tersebut memeriksa sejumlah saksi, maka kasus itu masuk ranah dugaan korupsi dengan penyalahgunaan wewenang.

Ia mengatakan kedua tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

"Kami juga menjerat dengan Undang-Undang nomor 15 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang," katanya.

Terkait jumlah kerugian, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dalam kasus ini, General Manager PT Pelindo II Nurhikmat juga sudah diperiksa penyidik Polda Bengkulu.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.