Dua Pekerja Bangunan Tewas Tertimpa Material Longsor di Sukabumi

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua pekerja bangunan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan material longsor di Desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Rabu (20/7).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan longsor terjadi karena kondisi tanah yang labil di sekitar lokasi proyek yang sedang dikerjakan oleh dua korban bersama rekan-rekannya.

"Peristiwa tanah longsor ini juga mengakibatkan satu unit rumah mengalami rusak berat dan 2 KK terpaksa mengungsi," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Kamis (21/7).

Abdul mengatakan dua korban tewas telah dievakuasi. Proses evakuasi dilakukan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dan unsur TNI-Polri, Pemadam Kebakaran, instansi terkait serta masyarakat setempat.

"Mereka bergotong-royong mengevakuasi dua korban yang tertimbun material longsoran dengan menggunakan alat seadanya," ujarnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi hingga Jumat (22/7).

Sebagai antisipasi dan mencegah terjadinya bencana susulan, BNPB mengimbau kepada pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat dapat melakukan segala upaya yang merujuk pada mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan.

Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng tebing dan bantaran sungai agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Hujan deras bisa menyebabkan penggemburan tanah yang dapat memicu terjadinya pergerakan tanah di lereng tebing.

"Oleh sebab itu, apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lebih dari satu jam, maka masyarakat khususnya yang tinggal di lereng tebing diimbau agar evakuasi sementara secara mandiri ke lokasi yang lebih aman," pesannya. [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel