Dua Pelaku Pembacokan di Bali Ditembak Polisi Karena Melawan saat Ditangkap

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua pelaku pembacokan ditangkap anggota Polsek Denpasar Barat. Mereka diberi tindakan tegas dengan tembakan di bagian betis kaki kirinya karena melawan saat akan ditangkap.

Kedua pelaku ini bernama Salim (36) dan Heryanto (41). Mereka berdua melakukan pembacokan kepada korban bernama Andrean Capendrie (38) hingga sekarat.

Pelaku Salim ditangkap di daerah Abian Base, Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Sementara, Heryanto ditangkap di tempat tinggalnya di Jalan Mahendradata, Denpasar, Bali.

"Sekitar enam jam setelah kejadian kita berhasil menangkapnya. Mereka diamankan di tempat terpisah mereka melalukan perlawanan dan tidak komperatif," kata Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra Agustina, saat dihubungi Selasa (26/4) sore.

Motif kedua pelaku melakukan pembacokan berawal dari cekcok awal bulan lalu. Saat itu, korban menuduh pelaku Salim mencuri cincin korban dan mereka saling kenal karena akan menjalin usaha bersama.

Karena dituduh mencuri, pelaku merasa sakit hati. Pelaku Salim datang ke rumah pelaku Heryanto pada Senin (23/4) pukul 23.00 WITA. Di sana mereka berdua minum miras jenis arak dicampur bir.

Saat itu, Salim membawa senjata tajam jenis celurit dan mandau. Pelaku Salim bercerita masalahnya kepada pelaku Heryanto dan mengajaknya untuk mencari korban.

Sehingga, dua pelaku ini berboncengan dengan menaiki sepeda motor merek Honda Vario dan mendatangi TKP lalu melakukan pembacokan kepada korban.

"Korban dan pelaku sebelumnya sudah saling kenal. Di awal bulan mereka ada permasalahan antara korban dan pelaku. Pelaku dituduh mencuri cincin korban karena pelaku tidak melakukan itu dan karena sudah terlanjur sakit hati pelaku melakukan pembacokan," imbuhnya.

Dia mengatakan, pelaku Heryanto juga ikut melakukan pembacokan kepada korban karena merasa tidak terima kawannya dituduh mencuri.

"Mereka berdua dalam pengaruh minuman keras dan mendatangi kos korban dan melakukan pembacokan. Untuk kehilangan cincin belum kita dalami tapi berawal dari itu pelaku sakit hati," ujarnya.

Diketahui, pembacokan terjadi di sebuah indekos Jalan Gunung Antena, Gang Panjoran Mas, Padang Sambian Klod, Denpasar Barat, pada Selasa (26/4) 02.30 WITA.

Korban yang dibacok bernama Andrean Capendrie (38). Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut dan mengejar para pelaku.

"Iya masih lidik," kata Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra Agustina, Selasa (26/4) siang.

Dari keterangan saksi bernama Angga Apriansyah saat itu saksi bersama korban menginap di kamar indekosnya korban sekitar pukul 02.30 Wita. Namun, tiba-tiba datang dua orang lalu masuk ke kamar korban dan langsung menyerang korban dengan mengunakan parang dan celurit.

Melihat hal itu, saksi ketakutan dan langsung lari keluar kamar meminta bantuan pada warga dan dua orang pelaku diketahui sudah lari. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel