Dua Pemancing di Tasik Terseret Air Bah, Satu Hilang

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua pemancing terseret air bah di Sungai Cikanyere, Kecamatan Jatiwaras, Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (7/8) malam. Seorang di antaranya hilang.

Pemancing yang hilang diketahui bernama Hanan (55), warga Kampung Cipaying, Desa Karyawangi, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya. Tim SAR gabungan masih mencari keberadaannya.

Kepala Kantor SAR Bandung Jumaril mengatakan. Hanan diketahui memancing di tepi Sungai Cikanyere sekitar pukul 20.00 WIB. Tiba-tiba air bah terjadi di anak Sungai Ciwulan itu.

"Saat tengah memancing di pinggir sungai Cikanyere, saat itu tiba-tiba air bah datang dan menyeret korban juga temannya. Teman korban diketahui berhasil menyelamatkan diri, sedangkan korban dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian," kata Jumaril, Kamis (8/9).

Kantor SAR Bandung baru menerima laporan hilangnya Hanan pada Kamis (8/9) pagi. Menerima laporan tersebut, mereka langsung memberangkatkan satu tim rescue dari Pos SAR Tasikmalaya.

"Tim langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya dari TNI-Polri hingga masyarakat untuk langsung melakukan pencarian terhadap korban yang dinyatakan masih dalam pencarian atas nama Hanan," katanya.

Tur Guide Hilang

Selain melakukan pencarian terhadap pemancing di Kabupaten Tasikmalaya, Jumari menyebut bahwa pihaknya juga tengah melakukan pencarian terhadap seorang tour guide yang tenggelam di Kabupaten Pangandaran.

"Hari ini adalah hari ketiga kami di Green Canyon, Pangandaran bersama unsur SAR lain mencari korban yang masih dalam pencarian," sebutnya.
Korban yang dinyatakan hilang adalah Abdul Rohman alias Eeng. Korban dilaporkan hilang sejak Selasa (6/9) sekitar pukul 14.00 WIB saat berangkat bersama rombongan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan body rafting.

Hingga siang, sekitar pukul 12.00, pencarian tour guide masih nihil. Namun dalam proses tersebut, tim SAR gabungan menemukan barang milik korban berupa life jaket dan sandal sebelah kanan.

"Untuk operasi SAR di Pangandaran, kami menambah kekuatan 7 personel dari Kantor SAR Bandung, setelah sebelumnya satu tim rescue sudah sejak awal terlibat dalam operasi SAR. Untuk pengoptimalan operasi SAR, pencarian akan menggunakan aqua eye dan UWSD (under water search device)," ungkapnya. [yan]