Dua Pembalap Beda Pendapat soal Formula E

Rachit Thukral
·Bacaan 2 menit

Loic Duval tampil pada tiga musim pertama Formula E bersama Dragon Racing, sebelum meninggalkan kejuaraan untuk membalap DTM 2016-17 dengan Audi.

Selama bertahun-tahun, pembalap Prancis itu telah mengemudikan berbagai jenis mobil balap, di antaranya LMP1, DPi, Class One, dan Super Formula.

Musim depan, Duval bakal berlomba di kategori teratas IMSA WeatherTech SportsCar Championship bersama JDC-Miller Motorsports.

Ditanya tentang pemikirannya akan Formula E, Duval menganggap balap mobil listrik ini tidak menyenangkan untuk dikemudikan.

Dia bahkan juga mempertanyakan apakah Formula E sebagus pembalap yang bersaing dalam kejuaraan tersebut.

“Saya tidak suka Formula E karena bagi saya mobilnya tidak cepat. Dan saya ingin katakan, bahwa saya suka lokasi balapan mereka, formatnya, saya suka balapan di kota,” ujar Duval.

“Tapi saya bisa balapan, untuk beberapa tahun di Formula E, saya bisa berada di belakang kemudi. Dan di belakang kemudi, Anda tidak menikmati mobil lain dengan tenaga dan cengkeraman yang lebih besar.

“Pembalap mana pun yang mengatakan Formula E bagus untuk dikemudikan, itu karena dia ada di kejuaraan dan dia dibayar untuk itu, untuk balapan, jadi pasti dia tidak bisa melawannya. Namun itu (Formula E) tidak semenyenangkan sebagai mobil LMP, DTM atau Super GT. Itu sudah pasti.

“Di luar mobil listrik, Anda masih bisa bersenang-senang. Jika kemasannya dibuat dengan daya cengkeram dan performa yang tinggi, Anda pasti bisa menikmatinya sepanjang waktu.”

Baca Juga:

Masih Pandemi Covid-19, Formula E Tunda Santiago E-Prix Formula E Bisa Kirim Pembalap ke Formula 1

Namun, opini Duval ditolak oleh sesama pembalap Audi DTM 2020, Rene Rast, yang debut pada putaran kedua Formula E musim ini di Berlin.

Rast, telah dikonfirmasi untuk musim terakhir Audi di Formula E bersama Lucas di Grassi, menyebut mobil Formula E menyenangkan untuk dikemudikan, meski tidak sekencang mobil Class One di DTM.

“Saya rasa setiap mobil balap menyenangkan untuk dikemudikan. Jika saya menempatkan Anda di dalam mobil balap seperti mobil Formula E, Anda akan menikmatinya seperti orang gila. Tapi yang jelas jika Anda mengemudikan mobil prototipe, downforce, power, mobil Formula E memiliki sesuatu yang berbeda,” tutur Rast.

“Tetapi saya harus katakan dalam hal balapan, manajemen ban dan energi, Formula E lebih (berorientasi) pada strategi mengemudi untuk pembalap itu sendiri. Anda sebagai pembalap memiliki banyak pengaruh pada hasil balapan Anda.

“Bagi saya pribadi ini sangat menyenangkan karena saya seseorang yang menganalisis banyak hal secara detail. Saya menyukainya. Jelas, mobil Formula E lebih lambat, tidak bersuara. Itu tidak berarti tidak menyenangkan untuk dikemudikan.”