Dua Pencabul di Lapangan Basket Dicokok tanpa Perlawanan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - AW (16) dicabuli rekannya di lapangan basket Kalpatari, Pulogadung, Jakarta Timur.

Usai dicabuli, AW yang sudah dicekoki berbagai minuman, ditinggal begitu saja di lapangan basket.

Berbekal keterangan dari korban, polisi meringkus dua tersangka pencabulan di rumah mereka, tanpa perlawanan.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Jakarta Timur Komisaris Polisi Didik Haryadi menuturkan, berdasarkan laporan ibu korban ke Polres Jakarta Timur pada Minggu (21/7/2013) bernomor 1268/K/VII/2013/Res.JT tanggal 21 Juli 2013, kedua tersangka diketahui berinisial RI (21) dan FI (17). Kedua tersangka dijerat pasal 82 UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

"Mereka ditangkap tanpa perlawanan di kediamannya masing-masing," kata Didik kepada wartawan, Senin (22/7/2013).

Didik menuturkan, berdasarkan hasil penyidikan, kedua tersangka terbukti memenuhi unsur pidana sesuai pasal 82 UU 23/2002, yakni tindak pidana perbuatan cabul.

"Dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," ucap Didik.

Kejadian berawal ketika korban menghadiri acara ulang tahun di lapangan basket Kalpatari sekitar pukul 23.00 WIB, Sabtu (20/7/2013) lalu.

Acara ulang tahun dirayakan dengan berbotol-botol minuman beraneka jenis. Didik menjelaskan, ketika itu korban diberi minuman ginseng.

"Korban yang merasa pusing, ditinggal di lokasi bersama kedua tersangka, RI dan FI. Sementara, temannya yang lain telah membubarkan diri," papar Didik.

Korban, lanjutnya, ketika itu tidak sadarkan diri. Melihat kesempatan tersebut, kedua tersangka mencabuli korban.

"Saat korban tidak sadar parah, tersangka melakukan perbuatan cabul dengan cara jari memasukkan jari tangan ke vagina korban secara bergantian," ungkap Didik. (*)

Baca Juga:

4 Rampok Bersenjata Api Bawa Kabur Innova dan Motor di Jatinegara

Puluhan Ribu Pemudik Diprediksi Bakal Padati Pulogadung

Bengkel Daihatsu Terbakar saat Ditinggal Salat Tarawih

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.