Dua Pengurus Khilafatul Muslimin Solo Diperiksa Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi memintai keterangan terhadap 2 pengurus Khilafatul Muslimin Ummul Quro Solo Kota atau Khilafatul Muslimin Solo. Pemeriksaan dilakukan terhadap amir Khilafatul Muslimin Ummul Quro Solo Mahmudi dan pemilik rumah bapak Walimin.

Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan keduanya dimintai klarifikasi terkait aktivitas Khilafatul Muslimin di Kota Solo.

"Hari ini Mahmudi ketuanya, sama Walimin yang punya rumah itu yang datang. Rabu baru yang tiga lagi. Yang sekretaris, bendahara sama humasnya," ujar Ade, Senin (13/6).

Mantan Kapolres Karanganyar mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan hanya untuk meminta klarifikasi. Hasil klarifikasi akan dipadukan dengan hasil klarifikasi dan koordinasi yang dilakukan Polisi dengan ahli yang digunakan. Di antaranya ahli hukum tata negara, hukum pidana dan ahli tata bahasa.

"Jadi Nsnti akan kita libatkan semua. Kalau sekarang masih sangat prematur untuk saya sampaikan," katanya.

Ade menjelaskan, ruang lingkup penyelidikan yang dilakukan seputar giat Khilafatul Muslimin Ummul Quro Kota Solo. Kemudian juga untuk menindaklanjuti hasil penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan penyidik Polres Klaten.

"Kalau ini terkait dengan konvoi yang dilakukan di Klaten beberapa waktu lalu. Informasi yang kami dapatkan ada 10 sampai 15 orang dari anggota Khilafatul Muslimin Ummul Quro Kota Solo bergabung dalam konvoi tersebut," jelasnya lagi.

Semua kegiatan yang berpotensi pidana dalam kegiatan Khilafatul Muslimin Ummul Quro Kota Solo akan dijajaki semua. Termasuk kemungkinan keterlibatan mereka dalam kegiatan di daerah lain seperti di Klaten dan Sukoharjo.

"Nanti akan kita kuak semua dari hasil penyelidikan ini, kita update semua. Sekarang ini masih banyak yang harus kita gali sampai hasil penyelidikan ini kita gelarkan apakah layak naik sidik atau tidak," tutup Ade.

Surat pemanggilan penyelidikan sudah diberikan terhadap 5 pengurus Ummul Quro Kota Solo hari ini.

Mereka, lanjut Ade dipersilakan datang ke Polresta Surakarta untuk melakukan klarifikasi dalam rangka penyelidikan. Mereka ini, lanjut Kapolresta, merupakan pengurus yang terdaftar dalam struktur organisasi Khilafatul Muslimin Ummul Quro Kota Solo.

“Yang pertana adalah amir Ummul Quro-nya, bapak Mahmud Mahmud, kemudian pemilik rumah bapak Walimin, dan tiga lainnya. Seperti sekretaris, bendahara maupun bidang pendidikan,” katanya.

Selain pelepasan papan nama, lanjut Ade, petugas juga membawa beberapa brosur yang berisi imbauan terkait aktivitas organisasi Khilafatul Muslimin.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, Khilafatul Muslimin Ummul Quro Kota Solo beranggotakan 31 orang. Dari jumlah tersebut 19 diantaranya sebagai warga aktif.

“Jadi untuk Ummul Quro Kota Solo ini juga merangkap sebagai Khilafatul Muslim Kemas’ulan Laweyan. Sementara untuk tingkat kecamatan baru Laweyan, nanti akan kita update lagi,” katanya.

Lebih lanjut Kapolresta menjelaskan, di Solo Khilafatul Muslim sudah melakukan beberapa kegiatan. Diantaranya pengajian rutin berkeliling, pembagian brosur dan lainnya. Setiap bulan sekali mereka juga melakukan konvoi, arak-arakan untuk memberikan imbauan kepada pengikutnya.

“Mereka menyebar brosur, leaflet dan peraga lainnya untuk bergabung atau mengenalkan paham yang dianut. Saya minta warga masyarakat agar tetap tenang. Serahkan penanganan ini pada pihak Polri,” pungkas dia. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel