Dua pesilat tuan rumah kubur mimpi di babak penyisihan PON XX

·Bacaan 2 menit

Dua pesilat tuan rumah, yakni Moses F Daundi dan Lukas Kimnok harus rela mengubur mimpi mereka lebih awal di cabang olahraga pencak silat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di tanah sendiri setelah langkah mereka terhenti di babak penyisihan.

Bertanding di Gedung Olahraga (GOR) Toware Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Rabu, Moses F Daundi lebih dulu tersingkir setelah dikalahkan oleh pesilat dari DKI Jakarta, yakni Encep Endaryana di kelas E putra.

Dalam pertandingan tersebut, sejatinya pesilat tuan rumah cukup merepotkan dan mampu mengimbangi permainan dari pesilat asal ibu kota itu.

Beberapa pukulan dan tendangan dari Moses mampu mengenai bidang dengan tepat. Bahkan, Moses juga mampu merobohkan kokohnya pertahanan Encep.

Baca juga: KONI Pusat ingin pencak silat dipertandingkan di Olimpiade

Sorak-sorai penonton yang memadati GOR Toware terus memberikan dukungan kepada Moses. Namun saat penentuan kemenangan, kelima dewan juri menetapkan Encep Endaryana keluar sebagai pemenang dan berhak melaju ke babak selanjutnya.

Mimpi buruk bagi kontingen Bumi Cenderawasih berlanjut setelah pesilat Lukas Kimnok, yang turun di kelas F berhadapan dengan Iqbal Candra Barani asal Kalimantan Timur, tidak mampu mengalahkan lawannya.

Dalam pertarungan yang berlangsung tiga ronde tersebut, Lukas tampak membabi-buta menyerang Iqbal yang berada di sudut biru. Namun, serangan-serangan hingga sapuan yang dilakukan oleh Lukas belum mengenai bidang dengan tepat.

Iqbal yang mendapat arahan dari luar gelanggang dari pelatih pun diminta untuk bermain lebih tenang menghadapi pesilat tuan rumah. Dengan mengikuti arahan tersebut, pukulan dan tendangan atlet Kalimantan Timur itu mengenai Lukas.

Dalam pertandingan tersebut, Lukas tampil lebih agresif dan lebih banyak melakukan penetrasi ke arah Iqbal. Sayangnya, serangan-serangan Lukas bisa dihindari dengan baik oleh lawannya.

Baca juga: Pencak Silat Sumut incar tiga emas di PON Papua

Pada satu momen, tidak diketahui disengaja atau bukan, Lukas melancarkan sebuah pukulan ke arah Iqbal di luar ketentuan yang ada. Iqbal tampak langsung mengerang kesakitan.

Wasit dalam pertandingan tersebut langsung mendatangi Lukas dan memberikan peringatan sekaligus mengurangi satu poin untuk atlet tuan rumah.

Saat pengumuman hasil pertandingan, kelima dewan juri sepakat menetapkan Iqbal Candra Barani sebagai pemenang dan ia berhak melaju ke babak selanjutnya.

Baca juga: Riki Aris Munandar menggapai asa di PON Papua
Baca juga: Pencak silat Sumbar targetkan dua emas di PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel