Dua Polisi di Bener Meriah Ditebas ODGJ Pakai Parang

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua personel Polsek Bandar, Polres Bener Meriah, terluka akibat ditebas parang saat hendak mengamankan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang mengamuk di Kampung Pondok Gajah, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (17/11). Personel yang menjadi korban pembacokan oleh ODGJ tersebut adalah Aipda Wahidin dan Bripka M Amin.

"Keduanya bertugas di Polsek Bandar Polres Bener Meriah," kata Kapolres Bener Meriah AKBP Indra Novianto.

Indra menyebut ODGJ itu bernama Riandi Saputra (23). Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, pria mengidap penyakit kelainan kejiwaan sejak tahun lalu.

Kronologi

Indra menjelaskan kronologi kejadian, awalnya personel piket Polsek Bandar mendapat informasi bahwa ada ODGJ yang sedang mengamuk. Pihak dari UPDT Puskesmas Bandar juga menghubungi polisi setempat meminta bantuan untuk mengamankan ODGJ.

Saat hendak diamankan, ODGJ tersebut bertingkah baik dan sempat berinteraksi dengan petugas. Namun, dia minta izin ke kamar dan saat keluar sudah memegang sebilah parang.

"Spontan mengayunkannya ke arah kakak kandungnya yang saat itu juga ada di lokasi," ujar dia.

Melihat kejadian tersebut, personel Polsek berusaha mengamankannya. Namun, keduanya terkena tebasan sebilah parang yang mengenai Kepala Bripka M. Amin dan lengan sebelah kiri Aipda Wahidin.

"Keduanya terkena tebasan parang dan diantar ke Puskesmas Bandar untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara ODGJ itu langsung melarikan diri," ujarnya.

Diamankan polisi

Riandi berhasil diamankan setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam oleh polisi dan warga setempat.

"Dia diamankan di semak-semak dekat rumah orang tuanya," kata AKBP Indra.

Pria itu berhasil dibujuk petugas keluar dari tempat persembunyiannya tanpa perlawanan. Selanjutnya, ODGJ tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Munyang Kute. [gil]