Dua Polisi Hilang di Poso Ditemukan di Satu Liang

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua polisi yang hilang di Tamanjeka, Poso, Sulawesi Tengah, ditemukan dikubur dalam satu lubang dengan tumpukan kayu di atasnya. Penemuan dua jenazah anggota polisi itu berawal dari penemuan helm tak jauh dari lokasi ditemukannnya jenazah.

Saat itu anggota TNI yang sedang melakukan pencarian di wilayah Tamanjeka tak sengaja menemukan helm berwarna hitam sekitar pukul 11.30 WITA. Temuan itu dilaporkan kepada komandannya, sampai akhirnya tim pun datang ke lokasi melakukan penyisiran.

Kemudian terlihat ada kerumunan lalat di lokasi dan ditemukan pula ada galian baru sekitar lima meter dari penemuan helm. Tumpukan tanah tersebut lalu digali dan terlihat ada tangan orang. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.

Pukul 16.30 WITA, tim kepolisian yang tiba di lokasi penemuan tangan melakukan penggalian dan akhirnya ditemukan lah dua mayat.

"Dua anggota polri yang hilang telah ditemukan meninggal dan terkubur dalam satu lubang dengan luka di leher. Lluka diduga akibat benda tajam," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Selasa (16/9/2012).

Kondisi kedua mayat cukup mengenaskan. Terdapat luka memar dan luka sabetan benda tajam di bagian leher.

Kedua jenazah lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso untuk dilakukan otopsi.

Sebelumnya dua orang anggota kepolisian Briptu Andi dari Satuan Reskrim Polres Poso dan Brigadir Sudirman yang bertugas di Polsek Poso Pesisir hilang saat melakukan penyelidikan terkait jaringan teroris di daerah Dusun Taman Jeka, Poso, Sulawesi Tengah.

Kawasan tersebut memang beberapa kali dijadikan tempat pelatihan teroris pimpinan Santoso seorang pelaku teror yang kini menjadi buronan kepolisian. Bahkan Densus 88 Antiteror Polri pernah melakukan penggerebekan dan menangkap beberapa orang pelakunya, termasuk juga jaringan Baderi Cs dan Thoriq Cs.

Hilangnya dua anggota polisi tersebut diduga kuat menjadi korban penculikan jaringan teroris yang masih berkembang di daerah tersebut.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.