Dua Pria Ditangkap Terkait Kasus Penyadapan Telepon

London (AFP/ANTARA) – Kepolisian Inggris pada Selasa menangkap dua pria sebagai bagian dari proses investigasi yang sedang berlangsung terkait pelanggaran privasi yang dipicu oleh skandal penyadapan telepon News of the World.


Seorang pria berusia 58 tahun ditangkap di Kent, bagian tenggara Inggris, dan seorang wartawan berusia 61 tahun ditangkap atas dugaan pelanggaran di bawah undang-undang penyalahgunaan komputer dan peraturan lainnya, ungkap Kepolisian Metropolitan London dalam sebuah pernyataan.


Keduanya ditahan pada sekitar pukul 07.00 waktu setempat (0600 GMT) dan diwawancarai di kantor polisi terpisah di London dan di Kent, sementara polisi melakukan pencarian di rumah mereka.


Mereka dalah orang ke-14 dan ke-15 yang ditangkap di bawah Operasi Tuleta, sebuah penyelidikan polisi mengenai penyadapan komputer dan pelanggaran privasi.


Operasi itu berjalan dalam hubungannya dengan penyelidikan atas skandal penyadapan telepon di tabloid News of the World milik Rupert Murdoch.


Tuleta adalah salah satu dari tiga operasi yang dipicu oleh skandal di News of the World, yang ditutup oleh Murdoch pada Juli 2011 ketika tabloid itu ketahuan menyadap pesan suara dari ratusan orang termasuk remaja korban pembunuhan.


Kepolisian Inggris meluncurkan penyelidikan kasus penyadapan pada Januari 2011.


Mereka juga menangkap 23 orang di bawah Operasi Weeting, penyelidikan inti atas kasus penyadapan pesan suara, dan 50 orang di bawah Operasi Elveden, yang menyelidiki dugaan suap para wartawan ke pejabat publik. (ai/pt)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.