Dua putri Sumatera Selatan jadi finalis Duta Maritim Indonesia

Dua putri asal Sumatera Selatan terpilih menjadi finalis Sekolah Duta Maritim Indonesia tahun 2022 mewakili daerah itu untuk mendapatkan pendidikan yang terpusat di Jakarta terkait kemaritiman, pelestarian dan pemberdayaan kawasan pesisir dan kepulauan.

Kedua putri beruntung itu ialah Sella Islamiah (24 tahun) warga Kelurahan, Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir dan Ayu Andira (17 tahun) warga Peninjauan, Mendala, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Sella Islamiah dibincangi melalui saluran telepon di Palembang, Sabtu, mengatakan mereka berdua merasa sangat bersyukur bisa terpilih menjadi finalis Sekolah Duta Maritim Indonesia tahun 2022.

Setelah sebelumnya, kata dia, selama sebulan lebih mereka mesti menjalani tahapan seleksi ketat melalui pembuatan karya video dan tulisan bertema maritim bersama 600 orang peserta lain dari seluruh Indonesia.

Hingga akhirnya mereka berdua mendapat kesempatan menjalani pendidikan kemaritiman, pelestarian dan pemberdayaan kawasan pesisir dan kepulauan bergabung dengan 44 finalis dari 25 provinsi lainnya selama 10 hari ke depan terhitung sejak Selasa (9/8) yang terpusat di Jakarta.

“ Tanggal 28 Juli diumumkan kami terpilih berangkat ke Jakarta, dari itu kami merasa beruntung bisa berkesempatan mempelajari literasi kemaritiman yang belum begitu familiar tapi bagi kami penting selaku putri daerah ini,” kata dia.

Ia menjelaskan, Sekolah Duta Maritim Indonesia ialah bentukan Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspekindo) tujuannya untuk menciptakan regenerasi yang konsen terkait sektor kemaritiman, pelestarian dan pemberdayaan kawasan pesisir dan kepulauan.

Sektor-sektor itu penting untuk dipelajari kalangan remaja sebagai regenerasi bangsa karena pemanfaatan atau pemberdayaannya oleh masyarakat belum terkelola maksimal/cenderung terkucilkan, kata dia.

Padahal ternyata, lanjutnya, dari sebagian ilmu didapatkan selama kegiatan diketahui Indonesia merupakan negara kepulauan (aschipelagic stage) yang secara internasional tercatat mencapai 16.065 pulau, garis panjang pantai 81 ribu kilometer atau 70 persen dari luas wilayah Indonesia.

Sehingga ia menyebutkan fakta tersebut menampakkan kekayaan alam ataupun ekosistem lingkungan Indonesia yang sangat besar memiliki potensi untuk dimanfaatkan mendukung pembangunan ekonomi daerah setempat dan/atau nasional.

“Kami mendapatkan itu setelah temu wicara dengan DPD RI Jumat (12/3) kemarin yang saat ini tengah membahas RUU Daerah Kepulauan. Jujur, dari sini kami mulai berfikir mendalaminya guna memajukan sektor itu di Sumsel khususnya daerah asal kami Ogan Ilir dan Ogan Komering Ulu yang pernah Berjaya di masa Kerajaan Sriwijaya silam,” kata dia.

Isu strategis

Direktur Aspekindo Dr Andi Fajar Asti dalam keterangan resminya yang diterima di Palembang, Sabtu, mengatakan pihaknya mengkhususkan salah satu materi pendidikan dalam Sekolah Duta Maritim Indonesia 2022 untuk membahas RUU Daerah Kepulauan.

Sebagai materi pendidikan maka, kata dia, Aspekindo mempertemukan para finalis dari 25 provinsi itu dengan pimpinan DPD RI yang sedang menggarap RUU Daerah Kepulauan tersebut.

“Harapannya mereka dapat memahami makna pentingnya RUU Daerah Kepulauan yang menjadi isu strategis saat ini bagi pembangunan Indonesia,” kata dia.

Ia menyebutkan, sekaligus pada kesempatan tersebut para finalis diajak untuk dapat memastikan sudah sejauh mana progres pembahasan RUU Daerah Kepulauan di DPD RI yang sudah berjalan sejak tahun 2017.

Mengingat, lanjutnya, pengesahan RUU itu sangat penting sebagai bentuk keberpihakan untuk pembangunan daerah berbasis kepulauan sebab RUU itu merupakan aspirasi dari daerah yang wilayah lautnya lebih besar dari pada daratan dengan pendapatan fiskal daerah sangat rendah.

“Tentu dari sini akan menjadi pengalaman langsung bagi para finalis untuk menyuarakan isu daerah kepulauan dan pesisir secara langsung ke DPD RI, kemudian hasil audiensi ini akan dibahas kembali bersama Pemerintah Daerah berbasis kepulauan dan pesisir untuk menentukan langkah-langkah strategis mereka,” kata dia, yang juga sebagai Rektor Sekolah Duta Maritim Indonesia ini.