Dua Remaja di Makassar Culik dan Bunuh Bocah, Jasad Korban Dibuang ke Waduk

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi mengungkap kasus hilangnya Fadli Sadewa (11) di Panakkukang, Makasar. Bocah itu diduga diculik dan dibunuh dua remaja, AD (17) dan AMF (14).

Jasad Fadli ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Jalan Inspeksi PAM Timur, Waduk Nipa-nipa, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Selasa (10/1). Sebelumnya, dia dilaporkan hilang oleh orang tuanya.

Kepala Kepolisian Sektor Panakkukang Komisaris Abd Azis mengatakan, pihaknya telah menangkap AD (17) dan AMF (14). "Dua pelaku kami tangkap di dua tempat berbeda. AD ditangkap di Jalan Batua Raya, sementara AMF di Jalan Ujung Bori, Kompleks Kodam Lama Lr 7," ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/1).

Terekam CCTV

Azis menjelaskan orang tua Fadli Sadewa melaporkan kehilangan anaknya pada Senin (9/1). Saat itu, bocah itu sudah sehari tidak pulang ke rumah.

"Dari laporan itu, Unit Reskrim melakukan penyelidikan guna pengungkapan. Unit Reskrim sempat mengamankan sejumlah CCTV," bebernya.

Saat melihat CCTV salah satu swalayan di Jalan Batua Raya, terlihat pada Minggu (8/1) pada pukul 17.00 Wita korban dijemput pelaku AD.

"Dari rekaman CCTV itu kami tangkap AD di Jalan Batua Raya. Selain dari CCTV, polisi juga mendapatkan keterangan dari seorang tukang pakir Indomaret yang melihat korban dijemput dua orang," sebutnya.

Polisi Selidiki Motif Pelaku

Dari keterangan keduanya, terungkap jasad Fadli dibuang di Jalan Inspeksi PAM Timur, Waduk Nipa-nipa Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Mayat korban ditemukan dalam kondisi terikat tali rafia dan terbungkus plastik.

"Korban dibuang di bawah jembatan dalam keadaan meninggal dunia. Kondisinya terikat tali rafia warna hijau pada kaki yang terbungkus kantong plastik warna hitam," urainya.

Meski telah menangkap kedua pelaku, Azis belum mengetahui secara pasti motif kedua pelaku melakukan penculikan disertai dengan pembunuhan. Pihaknya masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap keduanya. [yan]