Dua Residivis Mengaku Satpol PP di Tapanuli Utara Perkosa Remaja

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Jubel Friden Sihite (32), satu dari dua pelaku pemerkosaan terhadap remaja di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, ditangkap polisi. Sedangkan satu pelaku lainnya yakni Bepin Lumbantobing masih buron.

Kasi Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walpon Baringbing mengatakan pemerkosaan itu dilakukan kedua pelaku terhadap korban yang masih di bawah umur berinisial R (17).

"Peristiwa (pemerkosaan) tersebut terjadi Jumat (15/4) sekitar pukul 22.30 WIB di sebuah gubuk di Desa Aek Siansimun, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara," kata Walpon, Senin (18/4).

Walpon menjelaskan, pemerkosaan berawal saat korban bersama pacarnya yakni H (17) sedang duduk di tanggul Sungai Aek Sigeaon, Kecamatan Tarutung. Kemudian kedua pelaku mendatangi korban dan mengaku sebagai petugas Satpol PP. Saat itu para pelaku juga bertanya kepada korban mengapa berada di tanggul sungai pada malam hari, serta mengancam akan membawa R dan H ke kantor Satpol PP.

"Karena ketakutan korban menuruti perkataan pelaku untuk dibawa. Awalnya, pelaku Jubel membawa H ke depan kantor Satpol PP. Sedangkan, pelaku Bepin tetap di tanggul sungai bersama R," jelasnya.

Usai Jubel meninggalkan H di depan kantor Satpol PP, dia kembali menjemput Bepin dan R di tanggul sungai. Lalu kedua pelaku membawa R ke sebuah gubuk di Desa Aek Siansimun.

"Di situ para pelaku melakukan aksi bejatnya dan mengancam korban agar tidak berteriak," ungkap Walpon.

Setelah memerkosa korban, kedua pelaku mengantar R ke tanggul sungai dan meninggalkannya sendirian. Esoknya korban lantas menceritakan perbuatan yang dilakukan kedua pelaku terhadap keluarganya.

"Sehingga orang tua korban melapor ke Polres Tapanuli Utara," ucap Walpon.

Berdasarkan keterangan polisi, dua pelaku merupakan residivis atas kasus pembunuhan. Saat ini pelaku Jubil telah ditahan, sedangkan Bepin masih dalam pengejaran polisi. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel