Dua RT di Jaktim Mikro Lockdown karena Pemudik Positif Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ada dua Rukun Tetangga (RT) di DKI Jakarta yang harus dilakukan mikro lockdown.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan penyebabnya karena ada pemudik yang terlambat terindetifikasi telah terpapar virus Covid-19, sehingga menyebarkan ke warga lain.

Yusri menyebut, warga itu tinggal di RT kawasan Ciracas.

"Mulanya ada tiga orang dan kini menyebar ke 10 orang di RT tersebut. Makanya kita lakukan mikrolockdown di sana," kata dia di Polda Metro Jaya, Kamis (20/5/2021).

Yusri menerangkan, hal serupa juga terjadi di RT kawasan Cipayung Jakarta Timur.

"Kalau di Cipayung dari 25 warga yang mudik kita lakukan swab antigen ada 16 yang positif dan sekarang semua kita minta isolasi mandiri," ucap dia.

Mobilitas Warga Diawasi

Petugas menyemprotkan disinfektan kepada warga yang akan mengikuti tes swab antigen di Polsek Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (19/5/2021). Swab antigen gratis itu bagi warga Pamulang yang sudah kembali usai menjalani perjalanan mudik untuk antisipasi penularan COVID-19. (merdeka.com/Arie Basuki)
Petugas menyemprotkan disinfektan kepada warga yang akan mengikuti tes swab antigen di Polsek Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (19/5/2021). Swab antigen gratis itu bagi warga Pamulang yang sudah kembali usai menjalani perjalanan mudik untuk antisipasi penularan COVID-19. (merdeka.com/Arie Basuki)

Yusri menerangkan, gerak-gerik warga di RT tersebut dipantau oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan dan Kelurahan.

Dalam hal ini, Kapolres juga berperan aktif memberikan imbauan kepada masyarakat setempat untuk peduli terhadap lingkungan agar tidak adalagi penyebaran Covid-19.

"Jadi semua yang keluar apapun kita awasi. Jangan samapai nanti ada penyebaran Covid-19," tandas dia.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel