Dua Sahabat Ribut Utang hingga Tahan Ijazah, Kapolsek Turun Tangan

Lis Yuliawati, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang wanita menahan ijazah temannya lantaran utang Rp1 juta. Kabar ini pun viral hingga satu desa.

Tak selesai dengan dimediasi oleh RT RW, dua wanita yang bersahabat sejak lama itu dibawa oleh warga ke Polsek Klapanunggal, Bogor.

Kapolsek Klapanunggal Ajun Komisaris Polisi M. Fadli Amri menjelaskan, keributan itu berawal saat warga bernama Ade meminjam uang kepada saudari Nur tahun 2019 lalu. Sebagai jaminan, Nur menahan iIjazah, KTP, hingga Kartu Keluarga milik sahabatnya itu.

"Iya benar kami mediasi di Polsek. Jadi Ade pernah meminjam kepada Nur uang Rp500 ribu dan Rp600 ribu selesai dibayar. Pada tahun 2019 Ade kembali meminjam uang sebesar 900 ribu, waktu membalikin kesepakatannya 1 juta. Dan Nur meminta jaminan lah KTP KK sama ijazah Ade," ujar Fadli kepada VIVA, Sabtu, 27 Maret 2021.

Lanjut Fadli, keributan bermula saat Ade yang merasa sudah membayar utangnya hendak mengambil dokumen KTP, ijazah dan KK untuk melamar kerja. Namun sebaliknya Nur merasa tidak pernah menerima uang.

"Nah sekian lama berjalan, utang tersebut tidak kunjung dilunasi, namun mba Ade kekeuh mengaku sudah membayar lunas htangnya, si ibu Nur merasa tidak pernah menerima uang pembayaran. Di sini keduanya ribut dan Ade hingga melibatkan banyak warga," ujarnya.

Di tengah keributan keduanya, Kapolsek menasehati keduanya dan langsung merogoh kantong pribadinya untuk membayar utang piutang di antara kedua wanita muda tersebut. Keributan itu pun berakhir islah, sambil Kapolsek memberikan nasihat kepada keduanya.

"Saya tidak mau karena uang persahabatan pertemanan rusak. Jadikan ini pelajaran masing-masing. Uang bukan segalanya, pertemanan dan persahabatan itu tidak bernilai," katanya.