Dua Sisi, Kolaborasi Inklusif Pengajar dan Pemusik Disabilitas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Baru-baru ini beberapa komunitas disabilitas di Jakarta dan sekitarnya menyambut kehadiran grup duet Dua Sisi.

Dua Sisi adalah kolaborasi antara pengajar musik anak berkebutuhan khusus (ABK) Abdul Fatah Al Fauzi dan penyandang Autism Spectrum Disorder (ASD), TJ Kalani.

Abdul yang akrab disapa Pak Abi ini adalah ayah dari anak dengan autisme yang mulai menjajaki dunia terapi musik bagi penyandang disabilitas sejak Januari 2020. Berawal dari kecintaannya terhadap musik dan mengajarkan musik kepada anaknya sendiri hingga ada permintaan dari orangtua lain.

Sedang, TJ Kalani adalah remaja dengan autisme yang pandai bermain musik dan aktif mengunggah video musiknya di saluran YouTube pribadinya (T.J. KALANI).

“Itu menjadikan dua sisi yang berbeda. Namun dengan karya, perbedaan itu akan menjadi satu, terlahirlah kolaborasi duet Dua Sisi,” kata Abi kepada Disabilitas Liputan6.com melalui pesan teks, ditulis Senin (1/2/2021).

Dalam kolaborasi ini, Abi mengambil peran sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu, sedangkan TJ Kalani sebagai pianis.

Ia menambahkan, kolaborasi ini berangkat dari sebuah niat yang tulus, kelapangan hati dan kepedulian yang tidak dibuat-buat terhadap teman-teman difabel dan Insan Berkebutuhan Khusus (IBK).

Berdirinya kolaborasi Dua Sisi terbilang baru dan cepat yakni terhitung sejak 9 Oktober 2020.

“Baru banget, November itu kita baru ada ide dan kita ngonsep dulu terus awal Desember kita baru masuk rekaman garap lagunya,” kata Abi.

Hujan Akan Berhenti

Kolaborasi Dua Sisi membawakan sebuah lagu berjudul Hujan Akan Berhenti yang ditulis sendiri oleh Abi. Dari segi lirik, lagu ini memiliki dua makna, tambahnya.

Makna pertama menceritakan perjalanan anak istimewa dalam melewati hari-harinya dengan segala keterbatasannya. Namun harus bertahan, berjuang, berkarya layaknya anak lain.

“Karena kita yakin bahwa anak istimewa adalah anak-anak yang luar biasa dan pasti bisa melewati semua itu dan pada akhirnya kebahagian akan menantinya seperti hujan yang ada redanya, begitupun kesedihan akan ada akhirnya.”

Makna kedua dari lagu ini menceritakan sebuah perjuangan hidup manusia yang jatuh bangun mengejar mimpi, bangkit dari keterpurukan, kegagalan, dan kesedihan.

“Hidup adalah perjalanan yang harus kita lewati dengan ikhlas dan jangan mengeluh karena pada akhirnya bahagia itu kita yang ciptakan.”

Inspirasi penciptaan lagu ini berasal dari pengalaman Abi sebagai ayah dari anak dengan autisme sekaligus pengajar musik bagi anak-anak penyandang disabilitas lainnya.

Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta

Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Video Berikut Ini