Dua Tahun, Ketua Partai NasDem Jateng Berganti Tiga Kali  

TEMPO.CO, Semarang - Untuk ketiga kalinya, Partai NasDem Jawa Tengah mengganti ketuanya. Ketua Partai NasDem Jawa Tengah yang lama, Sugeng Suparwoto, digantikan ketua yang baru, yakni Hartono. Penggantian pucuk pimpinan partai tingkat Jawa Tengah ini merupakan yang ketiga kalinya dalam dua tahun terakhir atau sejak partai ini didirikan.

Ketua Partai NasDem Jawa Tengah, Hartono, menyatakan, Sugeng Suparwoto diganti karena yang bersangkutan menjabat di jajaran pengurus pusat Partai NasDem. "Tidak mungkin kalau satu orang tapi menjabat di dua tempat," kata Hartono kepada Tempo, Ahad, 17 Maret 2013.

Hartono menyatakan, pengangkatan dirinya menjadi Ketua NasDem Jawa Tengah merupakan keputusan pengurus pusat. "Yang menyiapkan adalah DPP (Dewan Pengurus Pusat Partai NasDem)," kata dia. Selama ini, Hartono lebih banyak aktif di organisasi olahraga, seperti menjabat Wakil Ketua KONI Jawa Tengah dan salah seorang ketua Pengurus Besar Karate.

Rencananya, Senin besok, pengangkatan Hartono itu baru ditetapkan. Tak hanya ketua, kepengurusan Partai NasDem Jawa Tengah sepertinya juga akan dirombak. Nanti, kata Hartono, akan ada penyusunan pengurus baru yang berisi 70 orang.

Sebelumnya, setahun lalu, Sugeng menggantikan Siswadi Selodipuro. Siswadi merupakan salah seorang deklarator organisasi kemasyarakatan Nasional Demokrat yang ditunjuk menjadi Ketua Partai NasDem Jawa Tengah. Namun, jabatannya dicopot dan digantikan Sugeng. Saat ini, Siswadi sudah mundur dari NasDem. Bekas politikus PDI Perjuangan itu kini pindah ke Perindo, ormas besutan Harry Tanoesoedibjo.

Setelah berdirinya Perindo, para pengurus Partai NasDem di Jawa Tengah banyak yang mundur. Menanggapi hal itu, Hartono menyatakan, dalam politik, selalu ada kader yang pindah dari satu partai ke partai lain. Kata dia, tak hanya terjadi di NasDem, tapi juga di partai-partai lain. "Kalau ada yang keluar tidak masalah karena ada kader lain yang langsung mengisi," kata Hartono.

ROFIUDDIN

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.