Dua Tahun Lawan Pandemi, Dokter Inggris Irfan Halim Meninggal Setelah Positif COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Setelah dua tahun berdedikasi menyelamatkan pasien dari COVID-19, dokter di Inggris Irfan Halim akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah terinfeksi Virus Corona.

Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Great Western Swindon, Inggris jatuh sakit akibat COVID-19 pada 10 September 2021 dan meninggal pada 14 November 2021.

Awal terjangkit COVID-19, dia sempat ambruk di bangsal rumah sakit tempatnya bekerja. Dia pun dirawat di rumah sakit yang sama. Karena gejalanya memburuk, ayah empat anak ini kemudian dikirim ke Rumah Sakit Royal Brompton di London untuk perawatan spesialis.

Hal ini disampaikan sang istri, Saila Halim yang menggambarkan bagaimana suaminya meninggal.

"Dengan hati yang hancur berkeping-keping di luar imajinasi, saya mengerahkan sedikit kekuatan yang saya miliki untuk menulis pesan ini," tulisnya mengutip BBC Senin (22/11/2021).

"Irfan kamu memberiku lima belas tahun ajaib sebagai istrimu, empat anak yang cantik, kenangan indah yang akan bertahan sampai sisa hari-hariku di dunia ini," tambahnya.

25 Tahun Dedikasi

Saila juga mengatakan bahwa Irfan telah mendedikasikan dirinya untuk National Health Service (NHS) selama 25 tahun.

"Irfan, kamu bukan hanya sahabatku tapi juga sahabat bagi semua anak kita dan banyak lainnya. Semoga kamu beristirahat dengan tenang," katanya.

Selain dinilai baik di mata keluarga, Halim juga disebut sebagai anggota tim yang tidak ternilai oleh rekan sejawatnya.

Seperti disampaikan Kevin McNamara, kepala eksekutif Great Western Hospitals NHS Foundation Trust.

“Dr Irfan Halim bekerja bersama kami sebagai konsultan locum selama setahun dan merupakan anggota tim yang sangat berharga yang merawat pasien dengan COVID,” katanya.

Yang Gugur Sebelum Irfan

Kevin menambahkan, dedikasi Irfan akan dirindukan oleh para pasien yang berhasil ia selamatkan.

"Dia tanpa pamrih mendedikasikan dirinya untuk merawat pasiennya ketika mereka sangat membutuhkannya selama pandemi. Dia akan sangat dirindukan oleh mereka yang bekerja dengannya, dan oleh seluruh organisasi.”

"Atas nama seluruh Trust, saya ingin menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada keluarga Irfan dan kami meminta privasi mereka dihormati pada saat yang sangat sulit ini."

Irfan tercatat sebagai dokter ketiga yang meninggal karena COVID-19 di rumah sakit itu.

Sebelumnya, Dr Edmond Adedeji dan Dr Thaung Htaik, yang bekerja di rumah sakit yang sama, juga meninggal karena virus corona tahun lalu.

Infografis Jangan Bebal, Kamu Tidak Kebal COVID-19

Infografis Jangan Bebal, Kamu Tidak Kebal Covid-19 (Liputan6.com/Niman)
Infografis Jangan Bebal, Kamu Tidak Kebal Covid-19 (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel