Dua tahun tak mudik, pemudik ke Sumatera curhat rindu pantai-makanan

·Bacaan 2 menit

Sejumlah pemudik di Pelabuhan Merak mengungkapkan alasan mereka melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman di Sumatera, mulai dari ada yang rindu dengan pantai sampai dengan makanan buatan orang tua.

Salah satunya Imas, pemudik berusia 44 tahun ini yang akan pulang ke Kalianda, Lampung Selatan ini mengaku tidak pulang kampung selama dua tahun akibat pandemi COVID-19.

"Kemarin COVID-19 selama dua tahun, jadinya baru bisa pulang tahun ini," katanya di Merak, Banten pada Selasa.

Alasan Imas ingin pulang kampung bersama anak-anak dan kerabatnya pada tahun ini ke Lampung karena dirinya sangat rindu dengan pantai di kampung halamannya.

"Pantainya tepat di belakang rumah, kebetulan di pantai ada tempat pelelangan ikan. Jadi seru dan senang melihat para nelayan berlabuh membawa-bawa ikan ke pantai. Mana ada yang seperti itu di kampung orang," katanya.

Baca juga: KAI harap program Motis Lebaran ringankan beban lalu lintas darat

Ada juga pemudik bernama Nila yang memanfaatkan boleh mudik tahun ini dengan menyeberang ke kampung halamannya di Sumatera melalui Pelabuhan Merak untuk bertemu dengan orang tuanya.

"Saya mudik karena kangen orang tua," katanya.

Nila juga mengaku bahwa sebelumnya dirinya tidak bisa pulang kampung selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Pemudik lainnya yang merasakan kondisi serupa adalah Destiana. Wanita muda yang berani melakukan perjalanan mudik sendirian tersebut mengaku baru tahun ini dirinya bisa mudik ke kampung halaman di Sumatera.

"Keluarga saya memang tinggal di kampung halaman. Waktu awal-awal pandemi tidak bisa mudik, namun karena kondisi tahun ini yang mereda jadinya saya bisa mudik," katanya.

Destiana mengakui bahwa alasannya untuk mudik karena dirinya kangen dengan makanan sayur lodeh.

"Senang sekali bisa mudik, saya lebih kangen sama masakan sayur lodeh buatan ibu," katanya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan mudik atau pulang kampung pada perayaan Idul Fitri 2022 diperbolehkan asalkan pemudik sudah mendapat dosis pertama dan kedua serta dosis penguat (booster) vaksin COVID-19.

Presiden juga mengingatkan setiap aktivitas dalam mudik harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang ketat.

Pemerintah mengizinkan aktivitas mudik pada tahun ini karena mempertimbangkan situasi pandemi COVID-19 yang terus membaik. Perbaikan situasi pandemi COVID-19 membawa optimisme menjelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri pada 2022.

Baca juga: H-6 Lebaran, sebanyak 21.132 kendaraan sudah melintasi Tol Palimanan
Baca juga: Masyarakat antusias ikut mudik gratis dengan kapal laut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel