Dua Tahun Vakum, Pasar Malam Sekaten Keraton Surakarta Kembali dengan Konsep Modern

Merdeka.com - Merdeka.com - Setelah dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19, Pasar Malam Sekaten Keraton Surakarta kini kembali dibuka. Kegiatan untuk menyambut Maulid Nabi Muhammadiyah itu diwali dengan Wilujengan atau doa untuk memohon keselamatan, dilakukan di Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kamis (15/9).

Acara yang berlangsung sakral diikuti puluhan orang yang terlibat dalam Pasar Malam Sekaten. Bau menyengat dupa mengiringi doa yang dipimpin oleh ulama dan tokoh keraton. Acara dilanjutkan dengan pembagian nasi tumpeng.

"Hari ini kita berdoa bersama untuk keselamatan semua karyawan dan pengunjung yang datang ke Pasar Malam Sekaten d iAlun-Alun Utara, Alun-Alun Selatan dan Pagelaran Keraton Surakarta," ujar Penasehat Diana Ria Enterprise, Muntohar selaku Event Organizer (EO) Pasar Malam Sekaten.

Muntohar menjelaskan, Pasar Malam Sekaten Keraton Surakarta akan mulai resmi dibuka Jumat (16/9) malam. Sedikitnya 100 unit wahana permainan dihadirkan, namun diakuinya, ada beberapa grup yang masih dalam proses persiapan di lokasi.

"Ada beberapa grup yang belum masuk, karena masih mengisi untuk acara Saparan di lain tempat, mungkin baru masuk hari Senin mendatang. Saat ini sudah 85 persen wahana permainan sudah masuk," jelasnya.

Dikatakannya, untuk stan yang disewakan saat ini sudah terisi sekitar 75 persen. Kemungkinan sebagian besar masyarakat yang akan mengisi stan tersebut masih ingin melihat seperti apa pelaksanaan Pasar Malam Sekaten setelah dibuka.

"Biasanya kalau sudah berjalan dua atau tiga hari akan bertambah pesertanya," jelasnya.

Muntohar menambahkan, sejumlah artis juga akan menghibur di acara tersebut. Di antaranya, Denny Caknan, Happy Asmara, Farel Prayoga, Abah Lala, Dara The Virgin dan lainnya. Tiket panggung hiburan dangdut tersebut dijual dengan harga mulai Rp20.000 hingga Rp150.000.

"Masyarakat yang ingin menikmati wahana permainan, hanya membayar Rp15.000 saja per wahana. Tapi yang hanya ingin berjalan-jalan tidak dikenakan biaya tiket masuk," katanya.

Meski dikemas modern, lanjut dia, pihaknya juga tetap menyediakan tempat khusus bagi penjual telur asin atau endog kamal serta kinang yang menjadi tradisi saat Sekaten. Mereka biasanya baru menggelar jualannya 10 hari menjelang puncak Sekaten dan akan ditempatkan di sekitar halaman Masjid Agung.

Sementara itu, Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, KRA Dani Nur Adiningrat mengatakan Pasar Malam Sekaten tahun ini dilaksanakan di tiga lokasi yakni di Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Selatan serta Pagelaran Keraton Surakarta.

"Hal ini untuk memecah massa yang mengunjungi pasar malam agar tidak hanya fokus di satu titik saja," pungkasnya. [cob]