Dua Terduga Penyusup Diamankan saat Demo BBM di Jakarta

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi mengamankan dua orang yang diindikasi hendak menyusup di tengah-tengah peserta aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. Salah satu terduga penyusup digiring dari kawasan Patung Kuda menuju ke silang Monas. Adapun, ciri-ciri memakai kaos oblong dan celana jeans panjang berwarna biru.

"Sementara, ada dua yang sempat kita amankan. Kita lihat mereka bukan bagian dari yang sedang menyampaikan aspirasi," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin Senin (12/9).

Dia menerangkan, terduga penyusup dipisahkan agar tak memprovokasi massa yang sedang berdemonstrasi. "Diduga (penyusup). Kita tidak tahu karena massa banyak bercampur apakah itu termasuk peserta unjuk rasa atau bukan akan kita tunggu hasilnya," ucap dia.

Komarudin menerangkan, kepolisian yang turun memang akan mendeteksi kelompok-kelompok yang diduga hendak menyusup. Sehingga, apabila ditemukan ada indikasi orang-orang itu bukan bagian dari kelompok yang menyampaikan aksi, tentu akan diamankan.

"Ada indikasi bukan penyusup, kalau dikatakan penyusup terlalu dini, tapi mungkin kita lebih ke mengantisipasi jangan sampai orang-orang yang memang bukan dari kelompoknya ikut ikutan dan ini bisa menjadi trigger bagi jalannya aksi masa," ujar dia.

Sementara itu, satu orang terluka akibat dipukuli massa pengunjuk rasa di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. Komarudin menerangkan, korban adalah dari salah satu kelompok yang juga menyampaikan aspirasi terkait penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Pantauan kami ada satu orang yang kita larikan ke rumah sakit karena lebam-lebam. Diduga karena dipukuli. Nanti dari yang bersangkutan kita akan mintai keterangan," ujar dia.

Komarudin mengakui, dua kelompok sempat bersitegang pada saat menyampaikan aspirasi. Berdasarkan penyelidikan sementara, pemicunya gara-gara persoalan sound system.

"Ada dua kelompok yang menyampaikan aksi di Patung Kuda, sebenarnya mis komunikasi, karena saling beradu sound system sehingga yang satu kelompok merasa terganggu sehingga terjadi gesekan dan sempat mengusir satu kelompok lagi," ujar dia.

Komarudin mengatakan, pihaknya masih mendalami latar belakang orang tersebut. Namun, pemeriksaan menunggu korban pulih.

"Ini yang masih kita dalami. Jadi saat ini masih dalam pengobatan dulu setelah itu kami dalami mereka dari kelompok mana," ujar dia.

Komarudin mengingatkan, pentingnya surat pemberitahuan pada saat menyampaikan pendapat di muka umum.

"Sehingga kita tahu dan kita siapkan dimana titiknya konsep pengamannya seperti apa sehingga kalau tiba-tiba muncul terus ada kelompok lain yang terganggu, kami sulit juga karena sama-sama punya hak untuk menyampaikan pendapat. Karena tempatnya sama-sama di Patung Kuda, masing-masing menggunakan sound system," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [eko]