Dua Terduga Teroris Ditangkap di Bima

REPUBLIKA.CO.ID,BIMA--Tim Detasemen Khusus 88 Mabes Polri menangkap dua orang yang diduga kuat terlibat aksi teroris, yakni Drg YA dan K yang berada Kota Bima, Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) AKBP Sukarman Husein membenarkan hal itu ketika dikonfirmasikan di Mataram, Sabtu.

"Benar, ada penangkapan dua orang yang diduga terlibat jaringan terorisme, pada Jumat (13/4) siang, di Kota Bima. Namun, tadi malam langsung dibawa ke Jakarta menggunakan pesawat khusus sehingga tidak sempat singgah di Mapolda NTB di Mataram," ujarnya.

Informasinya menyebutkan bahwa Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri menangkap dua orang tersebut saat berjalan kaki di Jalan Melati, Kota Bima, usai Salat Jumat.

Keduanya berjalan kaki menuju kediaman dokter gigi YA, yang berjarak sekitar 200 meter dari masjid tempat keduanya menunaikan Salat Jumat.

Drg YA telah menjadi bagian dari penduduk Kota Bima sejak sekitar lima hingga tujuh tahun lalu, dan selama di daerah itu ia menjalani profesi dokter gigi yang membuka praktek di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bima, kemudian pindah lokasi ke kediamannya di Kelurahan Pane, Kecamatan Rasa Na'e Barat, Kota Bima.

YA memiliki kediaman yang tergolong mewah untuk ukuran warga setempat namun tidak banyak dikenal dekat oleh penduduk sekitar karena kurang bersosialisasi.

Sebuah sumber menyebut YA ditangkap Densus 88 Mabes Polri karena menyembunyikan K alias Y yang juga berprofesi dokter namun teridentifikasi terlibat dalam jaringan terorisme Cikampek, Jawa Barat.

K alias Y teridentifikasi pernah mengikuti pelatihan terorisme di Aceh, dan dikenal sebagai ahli persenjataan.

Ia dikabarkan juga terlibat dari aksi terorisme di Poso yang kabur kemudian bersembunyi di Bima, NTB. K berada di Kota Bima sejak dua pekan lalu, yang diduga atas ajakan YA yang memiliki hubungan kekerabatan dengan K. Diduga keduanya merupakan anggota jaringan terorisme yang sama.

Bahkan, keduanya disinyalir terlibat kasus perampokan emas di kompleks pertokoan Pasar Raya Bima, beberapa waktu lalu.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.