Dua Tersangka Mengaku Bunuh Jurnalis Inggris Dom Phillips & Rekannya di Amazon

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Brasil menemukan jasad manusia dalam proses pencarian jurnalis Inggris Dom Phillips dan pakar masyarakat adat Brasil Bruno Pereira yang hilang, setelah seorang tersangka mengaku membunuh mereka di hutan Amazon dan mengantar penyelidik ke lokasi di mana jasad tersebut dikubur.

Detektif Eduardo Fontes menyampaikan, tersangka, seorang nelayan yang dilaporkan berselisih dengan Pereira karena upayanya melawan penangkapan ikan ilegal di wilayah masyarakat adat, mengarahkan polisi ke tempat pemakaman terpencil di mana jasad tersebut digali.

"Kami menemukan jasad tersebut 3 kilometer di dalam hutan," jelas Fontes, dikutip dari laman Al Jazeera, Kamis (16/6).

Sebelumnya pada Rabu, Menteri Kehakiman Brasil mengatakan polisi telah melaporkan temuan jasad manusia di wilayah di mana dua pria tersebut menghilang dan akan dilakukan uji forensik.

Dom Phillips, jurnalis lepas yang menulis untuk koran The Guardian dan Washington Post, melakukan penelitian untuk bukunya di Amazon bersama Pereira. Mereka berada di wilayah hutan terpencil dekat perbatasan Kolombia dan Peru yang disebut Lembah Javary, yang merupakan rumah bagi masyarakat adat terbesar di dunia. Kawasan tersebut diserbu para nelayan ilegal, pemburu, pembalak, dan penambang. Polisi juga mengatakan kawasan itu merupakan rute kunci penyelundupan narkoba.

Sebelumnya polisi telah mengidentifikasi dua tersangka dalam penyelidikan: nelayan Amarildo da Costa de Oliveira yang dikenal dengan Pelado dan saudaranya Oseney da Costa de Oliveira atau Dos Santos (41).

Kedua bersaudara itu terlihat bertemu di sungai Itacoai tak lama setelah Phillips dan Pereira melintas pada 5 Juni, menurut saksi mata kepada polisi dalam laporan yang dilihat Reuters.

Pelado ditangkap pekan lalu, sedangkan Dos Santos ditangkap pada Selasa malam. Keluarga tersangka membantah kedua bersaudara itu terlibat dalam kasus hilangnya Phillips dan Pereira. Kuasa hukum yang mewakili bersaudara tersebut belum bisa dihubungi Reuters untuk dimintai komentarnya.

Sejumlah pihak mendesak otoritas Brasil meningkatkan upaya pencarian Phillips dan Pereira.

Dalam editorialnya yang terbit pada 8 Juni, The Guardian mengkritik respons pihak berwenang Brasil dalam kasus ini, menyebutnya lamban dan mengecewakan. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel