Dua Tipe Baru Mobil Esemka Siap Uji Emisi

Laporan Wartawan Tribun Jogya / Ade Rizal

TRIBUNNEWS.COM  SOLO - Belum juga menyelesaikan kelulusan uji emisi mobil
Esemka Rajawali, PT Solo Manufaktur Kreasi (PT SMK) sudah
mempersiapkan dua prototype mobil jenis lain untuk diuji di Balai
Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP). Teknisi PT SMK, Dwi Martono,
mengungkapkan saat ini pihaknya telah menyiapkan prototype Mobil
Esemka Rajawali 2 dan Esemka Bima untuk menjalani uji emisi.

Meski demikian, pria yang akrab disapa Totok tersebut memastikan
pengembangan prototype Mobil Esemka Rajawali 1 yang saat ini tengah
mempersiapkan diri menjalani uji emisi tetap berjalan. Pihaknya justru
berharap, pada 17 Agustus 2012 mendatang ketiga mobil tersebut dapat
diluncurkan secara bersamaan. "Persiapan protorype Rajawali 2 dan
Esemka Bima saat ini sudah menjalani beberapa kali uji trial dan kita
siapkan untuk uji formalnya," katanya saat dihubungi wartawan, Sabtu
(28/07/2012).

Dijelaskan Totok, Mobil Esemka Rajawali 2 merupakan pengembangan dari
pendahulunya, Esemka Rajawali 1. Bentuk body mobil Esemka Rajawali 2
nantinya juga akan jauh berbeda jika dibandingkan seri pendahulunya.
"Rajawali 1 kan beratnya 1800 KG dan kita perbaiki saat ini sudah jadi
1660 KG. Untuk Rajawali 2 ini bobotnya hanya 1270 KG," terangnya.
Sementara untuk type Esemka Bima, merupakan mobil mini truk yang
diperuntukkan mobil angkut barang.

Totok menambahkan, hasil dari beberapa uji trial mandiri yang dijalani
dua prototype mobil tersebut menunjukkan hasil positif. Uji mandiri
kedua tipe terbaru dari Mobil Esemka tersebut dilakukan di National
Motor di Malang Jawa Timur yang merupakan salah satu rekanan Esemka.
"Dua-duanya sudah menjalani uji trial dan hasilnya positif dan support
kategori Euro 2," katanya.

Meski telah memiliki prototype Esemka Rajawali 2, namun Mobil Esemka
Rajawali 1 tetap dipersiapkan secara total untuk uji emisi. Dari
beberapa trial test yang dijalani prototype Esemka Rajawali 1 di BTMP,
mesin mobil tersebut sudah masuk kategori mesin Euro 2. "Masalahnya di
berat yang tidak ideal. Dari awal 2,2 ton kemudian diperbaiki menjadi
1,8 ton dan saat ini sudah mencapai 1,6 ton. Dengan bobot yang
sekarang itu sudah cukup untuk dapat lulus uji emisi," urainya. (ade)

Berita  Terkait  :

  • Esemka Uji Emisi Awal Agustus 13 menit lalu
  • Sengketa Lahan Cinta Manis
    Hanura Kecam Polisi Tembak Bocah di Ogan Ilir 15 menit lalu
  • Bakar Sampah, Mobil Ikut Terbakar 20 menit lalu
  • Kopassus Bantu Selamatkan Paus Terdampar 31 menit lalu
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.