Dua Warga Sikka Tewas Gantung Diri

Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu

TRIBUNNEWS.COM, MAUMERE - Dua warga Kabupaten Sikka, yaitu Frengkianus Nong Metang (13), siswa kelas VI di Delang, Dusun Mudung, Desa Aibura, Kecamatan Waigete dan Leonardus Lewong (70), warga Dusun Hubing Kloang, Desa Teka Iku, Kecamatan Kangae, bunuh diri di rumah masing-masing.

Nong Metang gantung diri menggunakan tali rafia di kap pintu belakang, Senin (8/7/2013) pagi dan Lewong gantung diri di kap rumah bagian tengah dengan tali nilon, Selasa (9/7/2013) pagi.

Nong Metang ditemukan tak bernyawa lagi oleh kakak kandungnya yang serumah dengannnya dan Lewong ditemukan oleh saudarinya Maria Agustina, tewas di dalam rumah.

Dua kejadian pada waktu dan tempat berbeda ini sudah ditangani aparat Polres Sikka. Kematian Nong Metang sudah ditangani aparat Polsek Waigete dipimpin Kapolsek Waigete, Ipda Imanuel Kasasar dan kematian Lewong sudah ditangani Kapolsek Kewaante, Iptu I Made Kitug.

Sedangkan satu warga Desa Runut, Kecamatan Waigete bernama Mus (40), ditemukan tewas di Kali Runut, Selasa (9/7/2013) pagi oleh warga yang sedang melintas.

Mus tewas karena diduga menderita sakit epilepsi sejak lama. Aparat Polres Sikka sudah ke lokasi dan melakukan identifikasi. Polisi belum menemukan adanya indikasi kekerasan akibat benda tumpul dan keras.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sikka, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budi Hermawan SIK, yang dihubungi Pos Kupang (Tribunnews.com Network), Senin (8/7/2013) sore mengatakan, polisi sudah menangani kasus tewasnya Nong Metang.

Budi menjelaskan, siswa kelas VI SD ini diduga stres karena ibunya sudah meninggal dunia dan bapaknya merantau di Kalimantan dan kawin lagi dengan wanita lain di sana.

"Menurut keterangan saksi, Nong Metang menderita gangguan syaraf sejak ia dilahirkan. Bapaknya sudah ke Kalimantan dan menikah lagi sejak ibunya meninggal dunia. Korban sehari-hari tinggal dengan kakak perempuannya di Kampung Delang dan jarak dari pemukiman warga dua kilometer," jelas Budi.

Ia mengatakan, saat bangun pagi kakak kandung Nong Metang melihat adiknya sudah terbujur kaku di kap pintu belakang menuju dapur.

"Sang kakak meminta bantuan warga untuk dibawa ke RSUD Maumere dan dilaporkan ke Polsek Waigete. Korban telah divisum dan indikasi kekerasan di tubuhnya belum ditemukan," ujar Budi.

Sementara itu, bunuh diri dilakukan Lewong di Desa Teka Iku, Selasa (9/7/2013) pagi.

Kapolsek Kewapante, Ipda I Made Kitug, kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa (9/7/2013) pagi menjelaskan, Lewong ditemukan tak bernyawa lagi oleh saudaranya, Maria Agustina. Maria pada Senin (8/7/2013) pagi berangkat ke rumah keluarga di Waigete tidak kembali ke rumah. Maria menginap di rumah keluarganya di Wairhubing.

Menjelang pagi pada Selasa (9/7/2013) Maria kembali ke rumahnya di Desa Teka Iku. Ia kaget ketika masuk kamar tengah melihat Lewong tak bernyawa lagi dengan posisi masih tergantung di kap rumah.

Maria yang ditemui mengatakan, ia langsung meminta bantuan warga dan ada yang melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kewapante.

"Saya buka pintu depan lalu masuk ke kamar tengah, saya kaget. Di kamar tengah ada tempat tidur korban sering tidur. Saya lihat Lewong sedang tergantung dan tak bernyawa lagi. Saya lalu teriak minta tolong. Kemarin (Senin, 8/7/2013) pagi saya ke rumah keluarga di Waigete. Di rumah hanya ada korban dan mama saya bernama Maria Solina.

Mama saya sedang sakit sehingga saat kejadian dia tidak tahu karena tidur di rumah belakang. Selama ini korban tidak pernah mengeluh sakit atau ada masalah lainnya," kata Maria Agustina, kepada Kapolsek Kewapante.

Ia mengatakan, korban pernah tinggal di rumah panti di Waipare dan baru kembali tahun 2007. Korban pun tidak menikah alias bujang, tinggal bersama dia dan mamanya di rumah keluarga besar di Desa Teka Iku.

Tim kepolisian melakukan pemeriksaan dan olah TKP yang dipimpin Iptu I Made Kitug, Kapolsek Kewapante. Warga yang datang tak menyangka korban mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di kap rumah menggunakan tali nilon.

Semua warga yang ditemui mengaku tidak tahu kenapa sampai korban bunuh diri. Saat ditemukan korban mengenakan baju leher banting warna putih bergaris hitam. Celana panjang kain hitam, bersepatu dan ada kain melilit di punggungnya.

Korban tergantung setinggi dua meter lebih tepat di atas sebuah tempat tidur beralaskan kasur. Dua kakinya masih sempat menginjak tempat tidur yang ada koper besar, beberapa kain dan baju korban. Tempat tidur korban dibatasi lemari dan ada jendela. Polisi menurunkan jasad korban dan dibawa ke RSUD Maumere menggunakan mobil patroli Polsek Kewapante karena ambulans tidak ada.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.