Dua WNI Ditangkap saat Jualan Jam Tangan di Timor Leste, Ini Penyebabnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua warga negara Indonesia (WNI) berinisial F (45) dan HA (46) ditangkap saat berjualan jam tangan dan aksesoris di Timor Leste. Penyebabnya lantaran keduanya menyalahkan visa kunjungan.

"Kedua WNI yang dideportasi karena melakukan pelanggaran keimigrasian menyalahgunakan visa kunjungan, namun mereka justru bekerja di Timor Leste," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II A Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Atambua KA Halim ketika dikonfirmasi dari Kupang, Sabtu (3/12). Dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan kedua WNI tersebut masuk secara legal pada November 2022 melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota'ain dan tinggal di Kampung Alor, Dili, Timor Leste.

Namun saat berada di Dili, keduanya menyalahgunakan visa kunjungan untuk bekerja dengan berjualan jam tangan dan aksesoris lainnya.

Keduanya berjualan keliling dari Dili hingga Baucau, hingga kemudian ditangkap petugas UPF (Unidade Patrolhamento de Frointeiras) ketika mereka berada di daerah Baucau pada 2 Desember 2022.

"Setelah ditangkap keduanya dibawa ke pihak Imigrasi di Dili untuk diperiksa lebih lanjut," katanya.

Pihak Imigrasi Timor Leste kemudian melakukan koordinasi dengan petugas Imigrasi di PLBN Mota'ain, berupa penyerahan delivery term yang berisi identitas WNI yang dideportasi serta penjelasan terkait pelanggaran yang dilakukan.

Halim mengatakan kedua WNI tersebut telah diterima petugas Imigrasi Atambua dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Petugas kami sudah menjelaskan dan mengedukasi kedua WNI tersebut terkait dengan penggunaan visa secara benar agar tidak melanggar hukum yang berlaku di negara tetangga Indonesia itu," pungkasnya. [cob]