Dubai Akan Bangun Replika Taj Mahal

TEMPO.CO, Dubai - Dubai mengungkap rencana membangun replika Taj Mahal dengan biaya 665 poundsterling atau sekitar Rp 10,3 triliun. Replika Taj Mahal itu bukan hanya akan empat kali lebih besar dari aslinya di Agra, India, tetapi juga akan dilengkapi pula dengan pusat perbelanjaan, 300 kamar hotel bintang lima, apartemen sewa, dan toko baju pengantin.

Bangunan yang akan dinamai Taj Arabia itu menjadi bagian dari proyek lebih besar, Keajaiban-keajaiban Falconcity, yang juga akan menampilkan replika Piramida, Taman Gantung, Menara Eiffel, Tembok Besar Cina, dan Menara Miring Pisa.

Pengembangnya tidak bermaksud menyaingi ikon Dubai seperti bangunan tertinggi di dunia Burj Khalifa, hotel berbentuk layar Burj al Arab, atau kepulauan berbentuk pohon palem berisi properti mewah. Fokus bisnis Taj Arabia adalah pernikahan.

Pembangunan Taj Arabia akan memakan waktu dua tahun. Pengembangnya berharap Taj Arabia akan dikenal sebagai »Kota Cinta Baru”.

Taj Mahal adalah musoleum yang dibangun Raja Mughal, Shah Jahan, untuk istrinya Mumtaz Mahal dan dibangun selama 22 tahun.

»Bayangkan bila penghormatan sempurna untuk cinta ini dapat menjadi tempat bagi peristiwa bersejarah dalam hidup seorang pria dan wanita,” demikian salam pembuka di laman proyek itu. »Mimpi ini akan segera menjadi kenyataan”.

»Saat ini Dubai tidak dianggap sebagai tujuan pernikahan. Orang pergi ke Bali dan tempat-tempat eksotis lainnya untuk menikah. Kini mereka akan datang ke Taj Arabia,” ujar Arun Mehra, direktur Link Global Group, salah satu pengembang yang terlibat dalam proyek itu, seperti dikutip Telegraph, Kamis, 4 Oktober 2012.

Target pasarnya adalah orang-orang kaya India yang tinggal di Uni Emirat Arab dan negara-negara sekitarnya. Proyek itu sudah ditunda beberapa tahun karena krisis ekonomi.

TELEGRAPH | SAPTO YUNUS

Berita lain:

Nilai Mata Uang Iran Terjungkal 

Penutur Bahasa Inggris Kuno yang Tersisa Meninggal

Turki Tegaskan Tak Sedang Memulai Perang

Fakta dan Fiksi dalam Debat Capres AS 

Tanah Longsor Kubur Siswa Satu Sekolah di Cina

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.