Dubes Palestina Zuhair Al-Shun: Kami Siap Mati untuk Yerusalem

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Konflik antara pasukan Israel dan kelompok Hamas Palestina mereda. Keduanya telah menyepakati gencatan senjata, yang diharapkan dapat segera menghentikan konflik di Palestina.

Gencatan senjata dimulai pada Jumat 21 Mei 2021 pagi waktu setempat, mengakhiri pemboman selama 11 hari di mana lebih dari 240 orang tewas, kebanyakan dari mereka di Gaza.

Meski demikian, gencatan senjata tersebut dinodai aksi pasukan keamanan Israel, yang menggunakan granat kejut dan peluru karet terhadap orang-orang Palestina di luar masjid Al-Aqsa di Yerusalem, tempat ribuan jemaah menghadiri salat Jumat, 21 Mei 2021.

Hal ini pun merusak ketenangan yang baru dirasakan usai gencatan senjata diumumkan Israel dan Hamas.

Seorang jurnalis CNN di kompleks masjid melaporkan lusinan petugas Israel memukul wartawan dengan tongkat dan mencoba mengarahkan senapan ke arah mereka. Para petugas menyebut mereka "pembohong" ketika mereka menunjukkan kartu pers mereka pada Sabtu 22 Mei 2021.

Merespons konflik tersebut, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun mengatakan, selama belum ada kemerdekaan diraih bakal tetap ada masalah yang dihadapi warga Palestina.

"Orang Palestina tentu saja menghadapi banyak masalah karena militer dan tindakan Israel. Tapi bagaimanapun, kami dengan jiwa akan terus berjuang sampai merdeka," ujar Dubes Zuhair Al-Shun dalam wawancara khusus program The Ambassador Liputan6.com, Kamis (27/5/2021).

Dubes Zuhair menegaskan, rakyat Palestina tak gentar untuk terus memperjuangkan kemerdekaannya. "Kami siap mati untuk Yerusalem. Pada akhirnya kita akan melanjutkan perjuangan dan perlawanan kita, kecuali mendapatkan kemerdekaan," ucapnya.

Untuk memperoleh kemerdekaannya dari pendudukan Israel, Palestina membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Ia menuturkan, tak hanya dukungan via demonstrasi tapi juga langkah nyata.

Di seluruh dunia, pawai solidaritas pro-Palestina bahkan diadakan sebagai bagian dari demonstrasi untuk menuntut pemerintah masing-masing agar menjatuhkan sanksi dan embargo militer untuk menghentikan pasokan senjata ke Israel.

"Untuk demonstrasi di beberapa bagian tidak masalah, itu menunjukkan wajah Israel. Itu menunjukkan keburukannya," tuturnya.

"Tetapi harus ada juga tindakan untuk memaksa mereka berhenti membunuh, menarik diri dan menerima resolusi internasional. Hanya mengecam Israel tidak mempengaruhi mereka," tegasnya lagi.

Sunyi Pasca-Gencatan Senjata

Warga Palestina bermalam di samping rumah mereka yang hancur baru-baru ini di kota Beit Hanoun, Jalur Gaza utara, Rabu (26/5/2021). Serangan udara Israel selama 11 hari ke Jalur Gaza mengakibatkan ratusan jiwa tewas, ribuan rumah dan bangunan hancur. (AP Photo/Khalil Hamra)
Warga Palestina bermalam di samping rumah mereka yang hancur baru-baru ini di kota Beit Hanoun, Jalur Gaza utara, Rabu (26/5/2021). Serangan udara Israel selama 11 hari ke Jalur Gaza mengakibatkan ratusan jiwa tewas, ribuan rumah dan bangunan hancur. (AP Photo/Khalil Hamra)

Dalam wawancara khusus program The Ambassador Liputan6.com, Dubes Zuhair Al-Shun juga menceritakan bagaimana situasi dan kondisi di Palestina pasca-gencatan senjata dengan Israel.

Menurutnya, saat ini kondisi wilayah Palestina yang terkena konflik dengan Israel tengah kondusif.

"Bisa saya jelaskan sekarang, situasi dan kondisi yang ada di Yerusalem dan juga di West Bank, Tepi Barat. Bahwasanya setelah terjadi gencatan senjata situasinya agak sunyi," ungkap Dubes Zuhair.

Dubes Zuhair juga mengatakan ada upaya diplomatik untuk mengakhiri krisis antara Palestina dan Israel.

"Ada gerakan diplomatis oleh kementerian luar negeri Amerika dengan melakukan kunjungan ke beberapa negara seperti Mesir, Yordan kemudian bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Israel Netanyahu. Dan diinginkan dengan gerakan diplomatik ini, dalam rangka menghentikan pertumpahan darah dan juga serangan Isreal yang sudah ada terjadi sejak tahun 1967," paparnya.

Keamanan di Palestina, ucap Dubes Zuhair, dapat diperoleh jika penjajahan Israel berakhir.

"Dan yang kami tekankan lagi bahwasanya masalah utama ini adalah penjajahan Israel atas Palestina. Dan apabila penjajahan ini hilang, maka akan nada keamanan yang tericpta di Palestina," ungkapnya.

Infografis Rentetan Konflik Terbaru Israel - Palestina

Infografis Rentetan Konflik Terbaru Israel - Palestina. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Rentetan Konflik Terbaru Israel - Palestina. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel