Dubes AS: Penerbangan Langsung AS-Indonesia Penting

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel menilai penerbangan langsung antara Indonesia dan Amerika Serikat merupakan faktor penting dalam mendorong kunjungan pariwisata kedua negara.

"Kami menilai itu sebagai ide yang bagus, sudah sewajarnya kita sebagai negara ketiga dan keempat terbesar di dunia memiliki penerbangan langsung," kata Marciel di kediaman pribadinya di Jakarta, Selasa malam.

Marciel mengatakan saat ini telah ada pembicaraan mengenai rencana rute penerbangan langsung AS-Indonesia antara sejumlah maskapai asal AS dan Indonesia, tetapi dirinya belum bisa memastikan kapan hal itu kapan terealisasi.

"Kami harapkan dalam waktu dekat, mungkin satu atau dua tahun lagi," katanya.

Senada dengan pernyataan Dubes AS itu, Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan dan Pariwisata Indonesia (ASITA) Asnawi Bahar menilai pentingnya penerbangan langsung bagi perkembangan industri pariwisata tanah air.

"Kami mengusulkan agar maskapai penerbangan regional mulai membidik destinasi baru, sehingga mereka bisa membawa wisatawan dari negara asal itu ke Indonesia, kalau hanya mengandalkan rute yang ada saat ini maka bisa dipastikan sedikit sekali tambahan kunjungan wisatawan dari destinasi negara baru itu," kata Asnawi.

Pemerintah Indonesia sebelumnya dikabarkan tengah mengupayakan dibukanya penerbangan langsung dari Indonesia ke Amerika Serikat, yang selama ini belum dimiliki Indonesia sehingga penerbangan jenis itu memewajibkan penumpang maskapai udara tujuan AS transit di sejumlah negara.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dalam Konferensi Keselamatan Penerbangan pada Mei lalu mengatakan pembahasan mengenai hal itu baru akan dibahas ketika Indonesia menjadi tuan rumah KTT APEC pada 2013.

Dalam kesempatan lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, pun mengakui bahwa tantangan bagi pariwisata Indonesia saat ini salah satunya adalah masalah ketersediaan penerbangan langsung dari dan ke wilayah tujuan wisata.

"Tantangan kita adalah direct flight. Kalau dibandingkan dengan Thailand, ke Thailand itu semua direct flight. Kita ke Yogyakarta harus dari Jakarta," kata Mari beberapa waktu lalu. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...