Dubes AS untuk PBB tolak kritik soal unjuk rasa

Oleh Michelle Nichols

New York (Reuters) - Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Kelly Craft pada Jumat menolak kritik dari China dan Iran soal aksi protes di seluruh Amerika Serikat tentang ketidaksetaraan rasial serta penggunaan kekuatan polisi yang berlebihan. Ia menantang mereka untuk membandingkan catatan masing-masing.

China dan Iran, yang pada masa lalu digambarkan oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo sebagai negara otoriter dan mirip mafia, dalam beberapa hari terakhir sama-sama mendesak Amerika Serikat untuk mengatasi rasisme dan melindungi hak-hak minoritas.

Demonstrasi di AS, yang sebagian besar berjalan secara damai, selama 10 hari terakhir ini dipicu oleh kematian George Floyd di Minneapolis setelah seorang polisi kulit putih menindihkan lututnya di leher Floyd. Beberapa kota mengalami pembakaran, penjarahan dan bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi, yang mengarah ke mobilisasi unit Garda Nasional.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Kelly Craft mengecam kematian Floyd sebagai kejadian yang "tidak dapat ditoleransi" dan merupakan "kebrutalan."

"Tapi, tidak ada kesetaraan moral antara masyarakat bebas kita, yang berusaha menangani masalah-masalah sulit seperti rasisme, dan masyarakat lain, yang tidak mengizinkan apa pun untuk didiskusikan," kata Craft kepada wartawan dalam konferensi melalui telepon.

"Saya akan menantang siapa pun untuk membandingkan catatan mereka dengan catatan kami soal bagaimana mereka menangani situasi," katanya.

Craft menunjuk perlakuan China terhadap penduduk minoritas Muslim Uighur di Xinjiang, Tibet dan Afrika. Ia menambahkan bahwa harus ada "dialog tentang perbedaan" antara keadaan seperti itu dan apa yang terjadi sekarang di Amerika Serikat.

China menolak "tuduhan tak berdasar" itu oleh Craft, kata juru bicara misi China untuk PBB.

"Kami mendesak AS untuk mengurus masalah dalam negerinya sendiri, menyelesaikan masalah-masalahnya sendiri, mengurusi warganya sendiri, dan menghentikan campur tangan kotor dalam urusan internal negara lain dan upaya untuk mengalihkan perhatian," kata juru bicara itu.

Kepala PBB Antonio Guterres telah mendesak warga Amerika yang memprotes untuk melakukannya secara damai dan meminta para pemimpin dan otoritas AS untuk mendengarkan mereka dan menahan diri.

(Dilaporkan oleh Michelle Nichols; disunting oleh Jonathan Oatis dan Grant McCool)