Duduk Perkara Driver Ojol Tendang Binaraga Wanita Berujung Menyesal Minta Maaf

Merdeka.com - Merdeka.com - Beberapa waktu yang lalu, beredar video driver ojol yang menendang seorang calon penumpang perempuan. Video tersebut diunggah di Instagram @lambe_ojol pada Kamis (3/11).

Berdasarkan video yang beredar, kejadian tersebut bermula dari calon penumpang yang membatalkan pesanannya. Perempuan itu beralasan, telah menunggu lama sedangkan driver ojol mengaku tak bisa menemukan alamat yang ditunjukkan.

Setibanya di lokasi, calon penumpang tersebut membatalkan pesanan dan melontarkan kalimat yang membuat driver.

Berangkat dari situ, hal ini diduga menjadi pemicu driver ojol untuk melakukan tindakan kekerasan dengan memukul calon penumpang tetapi berhasil ditakis. Karena sudah terlanjur emosi, driver ojol kemudian menendang calon penumpang hingga terpental.

Adapun Kejadian tersebut terjadi di sekitar Bandung Electronic Centre (BEC) dan driver merupakan mitra pengemudi Grab.

Untuk dikerahui, perempuan yang korban tendangan sang ojol adalah Anoy Roz. Anoy merupakan binaragawati yang bersal dari Bandung, Jawa Barat. Terakhir, pada September lalu, Anoy berhasil menjadi juara 2 Kategori Women Figure Kelas Binaraga Indonesia di Body Contes Champhionship Chopper Squad Full Power Feat ANS.

Lebih lanjut, Grab langsung melakukan investigasi internal. Grab juga menyatakan siap untuk memfasilitasi pertemuan antara kedua pihak yang bersangkutan.

Director of West Indonesia Grab Indonesia Richard Aditya mengatakan, driver tersebut menyesal dan mengakui bahwa dirinya melakukan tindakan kekerasan kepada calon penumpang.

"Mitra pengemudi juga mengungkapkan jika tindakan emosional tersebut dipicu oleh interaksi dan respon kurang etis yang diterimanya saat berkoordinasi dengan calon penumpang," tulis Richard dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (11/11).

Richard juga mengugkapkan, pihaknya telah memutuskan kemitraan dan memasukkan mitra pengemudi tersebut ke dalam daftar hitam atau blacklist.

"Kami telah memutus kemitraan dan memasukkan mitra pengemudi terkait dalam daftar hitam (blacklist), karena mitra pengemudi terkait telah mengakui melakukan tindak kekerasan pada calon penumpang. Adapun mitra pengemudi yang telah masuk dalam daftar hitam (blacklist) tidak akan lagi dapat bermitra dengan Grab Indonesia," tambah Richard.

Richard pun mengungkapkan, hingga kini, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat.

"Kami tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat untuk membantu memfasilitasi pertemuan, antara calon penumpang dengan pengemudi atas nama pribadi yang bersangkutan," kata Richard.

Richard juga mengatakan, Grab juga siap bekerja sama dengan pihak berwenang dan mendukung proses penyelidikan lebih lanjut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

[ded]