Duel Antar Lini Arema Vs Persija: Perang Tim dengan Karakter Berbeda

Bola.com, Malang - Pertemuan Arema FC melawan Persija Jakarta pada laga terakhir Grup B Piala Gubernur Jatim di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (14/2/2020), akan jadi tontonan menarik.

Laga nanti tak hanya memperebutkan posisi juara grup, tapi juga pertemuan tim dengan karakter yang berbeda.

Arema kini tidak mengandalkan skill individu pemainnya. Mereka memperlihatkan permainan agresif dengan pressing ketat. Tipe pemain yang dimiliki juga mayoritas di bawah 30 tahun dan punya stamina bagus.

Kondisi ini jauh berbeda dengan musim lalu. Arema sangat bergantung pada individu gelandang Makan Konate yang kini gabung Persebaya.

Sementara Persija, mengandalkan individu karena punya banyak pemain bintang. Di antaranya Marko Simic, Evan Dimas, Osvaldo Haay, Riko Simanjutak, Marco Motta, dan yang lainnya.

Namun, pada laga nanti, Osvaldo absen karena memenuhi panggilan Timnas Indonesia, bersama kiper Andritany Ardhiyasa.

Persija wajar mengandalkan skill dari para pemain itu. Masing-masing pemain punya kelebihan yang berbeda.

Lantas bagaimana jika membandingkan antarlini Arema FC dan Persija? Berikut analisis Bola.com.

 

Belakang

Bek anyar Arema FC, Matias Malvino. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Arema FC punya masalah di lini belakang. Bagas Adi Nugroho harus memenuhi panggilan pemusatan latihan Timnas Indonesia hingga 23 Februari mendatang. Praktis, yang tersisa hanya ada Nurdiansyah dan Vikrian Akbar yang sudah dapat kesempatan main sebagi starter.

Sementara, Ganjar Mukti belum pernah main karena fisiknya dianggap belum ideal. Satu stoper lain adalah Matias Malvino. Pemain asal Uruguay ini sebenarnya diharapkan jadi palang pintu utama Singo Edan musim ini. Namun, bek 28 tahun itu masih berkutat dengan cedera otot paha.

Sementara di sektor bek sayap, Arema tak punya masalah.

Di sisi lain, Persija lebih komplet. Ada Otavio Dutra, Ryuji Utomo, dan Maman Abdurrahman. Secara pengalaman dan usia, mereka lebih matang ketimbang para bek Arema.

Meski di atas kertas Persija lebih baik di lini belakang, kenyataannya penyisihan Grup B Piala Gubernur Jatim, dua tim ini sama-sama baru kemasukan 1 gol dalam dua pertandingan.

Tengah

Pemain Persija Jakarta, Evan Dimas, saat latihan di Lapangan Sutasoma, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Gelandang Timnas Indonesia ini menjadi rekrutan baru Macan Kemayoran untuk mengarungi Liga 1 musim depan. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Untuk lini tengah, kedua tim punya karakter berbeda. Persija lebih kreatif. Evan Dimas, Rohit Chand dan yang lainnya merupakan pembagi bola yang piawai.

Tim Macan Kemayoran juga punya pemain petarung, yakni Sandi Sute dan Tony Sucipto. Artinya, Persija komplet di sektor ini.

Sementara Arema FC, mayoritas gelandangnya petarung. Mereka agresif saat memburu bola dari kaki lawan. Namun, mereka justru sering tergesa-gesa saat membangun serangan. 

Jayus Hariono, Hanif Sjahbandi hingga Oh In-Kyun, kini berubah karakter jadi pemain petarung. 

Depan

Striker Persija Jakarta, Marko Simic, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Sabah FA bersama Marco Motta dan Alfath Faathier. Persija menang 2-0 dalam laga kedua Grup B Piala Gubernur Jatim 2020 yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (13/2/2020). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Persija punya Marko Simic yang sudah tidak diragukan lagi ketajamannya. Penyerang asal Kroasia itu sementara memimpin daftar pemain tersubur dengan 4 gol.

Simic merupakan pemain yang rajin menjebol gawang Arema FC di Liga 1. Sejak musim 2018, Simic tak pernah absen mencetak gol ke gawang Arema saat main di Jakarta maupun Malang. Selain itu, kekuatan lini depan Persija ada di sektor dua sayapnya, Riko Simanjutak dan Novri Setiawan.

Sementara, Arema tidak punya pemain khusus di lini depan. Namun ada tiga pemain yang selalu membahayakan pertahanan lawan, yakni Kushedya Hari Yudo, Jonathan Bauman dan Elias Alderete. Ketiga striker itu masing-masing sudah mencetak satu gol.

Musim ini, Arema juga tak punya targetman. Jadi, semua striker yang ada pergerakannya liar dan sulit ditebak. 

 

Video