Duel Antarlini Arema FC Vs Persebaya di BRI Liga 1: Lengkap di Semua Area, Siapa Lebih Dominan?

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Solo - Duel Arema FC dengan Persebaya Surabaya di BRI Liga 1 2021/2022 akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (6/11/2021). Meski masih beberapa hari lagi, tapi duel ini sudah menyita perhatian pecinta sepak bola Tanah Air.

Maklum jika bigmatch pada pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022 ini dinantikan oleh pecinta sepak bola Indonesia. Kedua tim merupakan rival abadi. Suporter kedua tim yang selama ini berseteru juga sudah memanaskan suasana di media sosial.

Duel Arema FC dengan Persebaya Surabaya diprediksi lebih sengit. Kedua tim bisa menurunkan komposisi terbaik. Para pemain yang sempat membela Timnas Indonesia U-23 sudah kembali.

Persebaya merasa lebih lega, lantaran ada empat pemain yang sempat membela negara, seperti Ernando Ari Sutaryadi, Rizky Ridho, Rachmat Irianto, dan Marselino Ferdinan. Sedangkan di Arema FC hanya ada satu pemain, Feby Eka Putra. Jadi, tak ada lagi alasan skuad pincang karena kehilangan pemain kunci.

Secara umum, sebenarnya materi pemain dari kedua tim bisa dibilang berimbang. Mereka sama-sama sedang menyiapkan skuad muda untuk beberapa musim ke depan.

Namun, beberapa pemain berpengalaman masih dipertahankan sebagai penyeimbang tim. Senioritas masih diperlukan untuk mengontrol mental tanding para pemain muda. Kali ini, Bola.com mencoba mengulas duel antarlini dari Arema FC dan Persebaya Surabaya pada laga pekan ke-11 BRI Liga 1 2021/2022.

Penjaga Gawang

Kiper Arema FC, Adilson Maringa. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Kiper Arema FC, Adilson Maringa. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Arema FC lebih unggul di sektor ini. Kiper asal Brasil, Adilson Maringa, sudah membuktikan ketangguhannya di bawah mistar gawang. Dia sempat mencatatkan clean sheet dalam lima laga beruntun, sementara dalam dua laga terakhir, yaitu melawan Persita Tangerang dan Madura United, gawangnya kebobolan tiga gol.

Namun, dia sempat melakukan beberapa penyelamatan krusial. Dari 10 laga yang sudah dimainkannya, total Maringa baru kemasukan tujuh gol.

Kegemilangan Maringa tidak terlepas dari postur jangkung yang menunjang untuk mengantisipasi bola-bola atas. Selain itu, refleksnya juga di atas rata-rata kiper yang ada di Indonesia. Wajar jika dia menjadi satu di antara kiper terbaik di BRI Liga 1 saat ini.

Sedangkan Persebaya, mereka memiliki penjaga gawang potensial, tapi belum matang secara permainan. Andhika Ramadhani sempat dicoba dalam lima laga dan kemasukan lima gol. Kiper berusia 22 tahun ini sempat mencatatkan dua kali clean sheet.

Namun, saat melawan Arema FC, sepertinya posisi kiper utama akan kembali ke Ernando Ari yang sudah pulang dari Timnas Indonesia U-23.

Sebenarnya catatan Ernando Ari di BRI Liga 1 lebih buruk. Dia tampil lima kali dan kebobolan 9 gol. Namun, kepulangannya dari Timnas Indonesia U-23 diyakini akan membuatnya makin percaya diri.

Kiper berusia 19 tahun ini memang tampil apik bersama Garuda Muda, di mana ia sempat menggagalkan eksekusi penalti Australia U-23 dan melakukan beberapa penyelamatan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2022.

Lini Pertahanan

Madura United kembali dapat peluang lewat Sansan Fauzi (depan) di menit 23. Sansan yang mendapatkan kawalan ketat dari Sergio Domingos Reis Silva berhasil menendang bola ke gawang dan ditangkap kiper Arema FC. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Madura United kembali dapat peluang lewat Sansan Fauzi (depan) di menit 23. Sansan yang mendapatkan kawalan ketat dari Sergio Domingos Reis Silva berhasil menendang bola ke gawang dan ditangkap kiper Arema FC. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Arema FC sudah nyaman dengan kuartet lini belakangnya. Ada Rizki Dwi, Sergio Silva, Bagas Adi Nugroho, dan Ahmad Alfarizi. Satu nama lain, Diego Michiels, juga sering turun sebagai pengganti.

Komposisi tersebut membuat pertahanan Arema FC tenang menghalau serangan lawan, karena komposisi empat pemain bertahan ini jarang diganti. Mereka juga lebih kompak dan terbiasa berkomunikasi.

Sementara Persebaya, mereka sempat beberapa kali mengubah komposisi. Tapi, belakangan mereka menemukan komposisi yang tepat. Arif Satria ditandemkan dengan bek asing, Alie Sesay, sementara bek sayap ada Reva Adi Utama dan M. Syaifuddin.

Jika melihat jumlah gol yang bersarang ke gawang Persebaya, tentu masih ada celah di sektor pertahanan mereka. Ketika mendapatkan lawan seorang striker yang gesit, mereka pasti keteteran.

Sinyal bahaya bagi Persebaya jika nantinya lini depan Arema FC sedang on fire, dengan kehadiran Kushedya Hari Yudo, Dedik Setiawan, dan Carlos Fortes yang dalam performa terbaik. Mereka akan sulit dibendung oleh Arif Satria dkk.

Lini Tengah

Pemain Persebaya Surabaya, Ricky Kambuaya melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persela Lamongan dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (21/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persebaya Surabaya, Ricky Kambuaya melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persela Lamongan dalam laga pekan ke-8 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (21/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Persebaya lebih menjanjikan di posisi ini. Mereka memiliki banyak gelandang kreatif dan berakselerasi tinggi. Sebut saja Ricky Kambuaya, Alwi Slamat, Hambali Tholib, hingga Taisei Marukawa.

Belum lagi dengan adanya Bruno Moreira yang sudah bebas dari sanksi Komdis PSSI. Para pemain tersebut memiliki daya jelajah yang tinggi. Jika dibandingkan barisan gelandang Arema FC, Persebaya masih lebih unggul.

Arema FC memiliki barisan gelandang yang condong lebih bertahan, seperti Hanif Sjahbandi, Renshi Yamaguchi, Jayus hariono. ada satu nama, Dave Mustaine yang memiliki naluri menyerang lebih kuat, tapi dia lebih sering menjadi cadangan. Pelatih Eduardo Almeida membuat skema menaruh dua gelandang jangkar di tengah.

Namun, Arema FC menaruh pemain pintar di sektor sayap, seperti Dendi Santoso, Feby Eka Putra, hingga Dedik Setiawan atau Kushedya Hari Yudo yang bisa menempati posisi tersebut. Jadi tidak adanya pengaruh permainan di lini tengah ditutupi dengan kelebihan di sektor sayap.

Lini Serang

Carlos Fortes. Striker Arema FC asal Portugal berusia 26 tahun ini telah melepaskan 14 tembakan yang tepat sasaran dari total 26 percobaan yang dilakukan. Akurasinya mencapai 53,8 persen dan menghasilkan 5 gol ke gawang lawan dari 9 laga yang dijalani. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Carlos Fortes. Striker Arema FC asal Portugal berusia 26 tahun ini telah melepaskan 14 tembakan yang tepat sasaran dari total 26 percobaan yang dilakukan. Akurasinya mencapai 53,8 persen dan menghasilkan 5 gol ke gawang lawan dari 9 laga yang dijalani. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Arema FC punya lini depan yang komplet. Ada tipikal targetman, sprinter hingga berteknik tinggi. Mereka punya pemain seperti Carlos Fortes, M. Rafli, Kushedya Hari Yudo, dan Dedik Setiawan.

Masing-masing sudah membukukan gol di Liga 1. Fortes sempat on fire dengan mencetak 5 gol dalam 4 laga. Tapi, produktivitasnya macet lagi dalam dua laga terakhir. Namun, dia tetap berkontribusi dengan assist.

Sementara lini depan Persebaya mengandalkan Jose Wilkson. Penyerang asal Brasil itu sudah mengoleksi 5 gol.

Tapi, secara keseluruhan, jumlah gol yang sudah dicetak Persebaya lebih banyak ketimbang Arema FC. Bajul Ijo sudah membobol gawang lawan sebanyak 17 gol. Sementara Arema baru 14 gol.

Untuk urusan mencetak gol, Persebaya tidak hanya bertumpu kepada striker. Tapi, barisan gelandangnya juga tajam. Ini jadi ancaman bagi pertahanan Arema. Jika mereka lengah, lini kedua Persebaya bisa menghukum mereka dengan gol.

Posisi Arema FC dan Persebaya di BRI Liga 1 Saat Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel