Duel Antarlini Bhayangkara FC vs Persiraja: Timpang di Banyak Sektor

Bola.com, Jakarta - Kekuatan Bhayangkara FC akan dijajal oleh Persiraja Banda Aceh dalam pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (29/8/2021). Duel yang akan berjalan sengit meski kedua tim punya kekuatan yang berbeda.

The Guardians (julukan Bhayangkara FC) jelas akan lebih diunggulkan karena menyandang predikat sebagai The Dream Team. Banyak pemain dengan nama besar dan sarat akan kualitasnya ada d tim ini.

Ditambah anak asuh Paul Munster adalah tim yang penuh ambisi di setiap musimnya. Setelah juara di edisi musim 2017, Bhayangkara FC selalu menembus posisi lima besar hingga musim 2019 lalu.

Meski sempat menjalani kiprah kurang memuaskan di ajang Piala Menpora 2021, bhayangkara FC diyakini sudah banyak berubah dan berbenah. Tentunya untuk semakin memaksimalkan potensi sebagai tim besar bertabur bintang.

Sedangkan Persiraja Banda Aceh juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Berstatus tim debutan Liga 1, Laskar Rencong (julukan Persiraja) tetaplah tim dengan karakter maupun potensi yang tidak kalah besar dari tim lain.

Sejak promosi dari Liga 2, Persiraja dikenal sebagai tim yang sulit ditaklukkan karena tampil ngotot. Termasuk di ajang Piala Menpora lalu yang sempat membuat Persiraja tampil sebagai kuda hitam meski langsung terhenti di babak awal.

Cukup menarik mengulas menjelang pertemuan antara Bhayangkara FC kontra Persiraja Banda Aceh. Khususnya duel antarlini yang akan menjadi penentu hasil yang diraih di lapangan. Berikut ulasannya versi Bola.com:

Lini Belakang

Fakhrurrazi Quba siap mengawal gawang Persiraja dari gempuran Persib dan Bali United di Piala Menpora 2021. (Boal.com/Gatot Susetyo)
Fakhrurrazi Quba siap mengawal gawang Persiraja dari gempuran Persib dan Bali United di Piala Menpora 2021. (Boal.com/Gatot Susetyo)

Bhayangkara FC memiliki stok melimpah di lini belakangnya. Selain keberadaan kiper tangguh Awan Setho Raharjo, di depannya ada sederet palang pintu yang sangat kuat.

Indra Kahfi, Anderson Salles dan Hansamu Yama Pranata sudah menjadi jaminan sebagai tembok tebal dan rajin mencetak gol. Ditambah adanya Ruben Sanadi, Fatchurohman, dan Putu Gede Juniantara membuat striker lawan harus bekerja lebih keras.

Sementara Persiraja banyak merombak komposisi pemain belakang, meski nama kiper Fakhrurazzi Quba masih menjadi pilihan pertama. Di depannya ada sejumlah muka lawas seperti M Roby atau Agus Suhendra.

Kekuatan Persiraja bertambah dengan adanya bek asal Brasil, Leo Lelis. Sosoknya akan banyak menentukan kualitas pertahanan tim Lantak Laju untuk meredam agresifitas para bomber Bhayangkara FC yang terkenal tajam.

Lini Tengah

Evan Dimas - Pemain langganan Timnas Indonesia ini tak perlu lagi 
diragukan kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar. Gelandang yang membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 musim 2017 ini memiliki nilai pasar mencapai Rp5,65 miliar. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Evan Dimas - Pemain langganan Timnas Indonesia ini tak perlu lagi diragukan kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar. Gelandang yang membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 musim 2017 ini memiliki nilai pasar mencapai Rp5,65 miliar. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Kekuatan besar Bhayangkara FC justru ada di lini tengahnya. Menumpuk barisan gelandang dengan kemampuan di atas rata-rata dan ditunjang pengalaman sebagai pemain nasional. Evan Dimas dan Adam Alis adalah nyawa permainan mereka di tengah.

Belum lagi ada nama Muhammad Hargianto, TM Ichsan, Sani Rizki, Andik Vermansyah, serta duo legiun asing Renan Silva dan Lee Yu Jun. Mereka punya karakter kuat baik sebagai pemain utama maupun sebagai supersub.

Persiraja tak perlu risau, karena lini tengahnya juga menjadi kekuatan tersendiri. Walau banyak ditinggal terutama nama Miftahul Hamdi, Fary Komul, dan Assanur Rijal ke Persis Solo, mereka punya pengganti yang sepadan.

Sosok Mukhlis Nakata akan banyak mengemban peran di lini tengah menjaga keseimbangan antarlini. Dibantu duo legiun asing yang punya tipikal menyerang, Vanja Markovic dan Shori Murata.

Lini Depan

Para pemain Bhayangkara Solo FC merayakan gol yang dicetak oleh striker Ezechiel N'Douassel (kedua dari kiri) ke gawang Persija Jakarta dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Para pemain Bhayangkara Solo FC merayakan gol yang dicetak oleh striker Ezechiel N'Douassel (kedua dari kiri) ke gawang Persija Jakarta dalam laga matchday ke-3 Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (31/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Cukup timpang jika melihat duel lini penyerangan antara Bhayangkara FC dan Persiraja. Nama Ezechiel N'Douassel, Osas Saha, dan Dendy Sulistyawan sudah memberi bukti sebagai juru gedor andalan Bhayangkara FC.

Ketiganya punya peran besar, Dendy sebagai striker lokal yang punya kelincahan. Begitu juga Ezechiel N'Douassel dan Osas Saha yang punya naluri tinggi untuk urusan mencetak gol. Terutama N'Douassel yang menyandang status striker utama Bhayangkara FC.

Adapun barisan penyerang Persiraja lebih banyak diisi oleh pemain yang berpengalaman dari Liga 2. Husnuzhon, Muhammad Isa, Eeng Supriyadi, Redi Rusmawan belum teruji di level Liga 1. Justru akan menjadi kekuatan yang mengejutkan bagi Bhayangkara FC.

Pelatih Hendri Susilo akan banyak bergantung pada sosok Striker barunya asal Brasil, Paulo Henrique. Pengalaman striker berusia 30 tahun yang pernah bermain di Eropa, diharapkan bisa membawa dampak positif untuk mengancam pertahanan Bhayangkara FC.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel