Duel Antarlini BRI Liga 1, Persik Kediri vs Arema FC: Racikan Javier Roca Buat Singo Edan Bertanya-tanya

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Derby Jatim mewarnai laga pertama seri ketiga BRI Liga 1 2021/2022. Persik Kediri akan menantang Arema FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (19/11/2021).

Laga ini sebenarnya punya gengsi tersendiri. Karena dua tim selalu dapat tekanan dari fans untuk saling mengalahkan. Lantaran hubungan Aremania dengan Persikmania yang kurang harmonis.

Jika melihat dari segi teknis di lapangan, materi pemain Arema FC lebih unggul. Untuk head to head antar lini, Arema diprediksi bisa mendominasi permainan.

Mereka punya nama-nama seperti Ahmad Alfarizi, Hanif Sjahbandi, Carlos Fortes dan lainnya. Komposisi pemain yang apik dan makin kompak membuat mereka bisa bersaing di papan atas klasemen.

Tim berjuluk Singo Edan itu mengantongi 20 poin dan ada di urutan ketiga. Sementara Persik, baru memiliki 10 poin dan terseok-seok di papan bawah, posisi 14.

Tapi ada satu hal yang bisa membuat Persik memberi kejutan. Mereka punya pelatih baru Javier Roca. Jadi belum diketahui seperti apa cara bermain Persik di bawah pelatih asal Chile tersebut.

Selama ini Roca lebih dikenal semasa jadi pemain ketimbang melatih. Yang jelas, dia akan memaksimalkan komposisi pemain yang ada. Dia harus membuat mental anak buahnya bangkit setelah tiga laga berlalu tanpa kemenangan.

Diprediksi Roca tak akan terlalu banyak mengubah susunan pemain dalam pertandingan nanti. Terlalu berisiko jika coba-coba skema baru saat berhadapan dengan Arema. Berikut rangkuman duel antar lini Persik Kediri lawan Arema versi Bola.com

vidio:4 Pesepak Bola dengan Tato Keren di Punggungnya

Kiper

Kiper Arema FC, Adilson Maringa. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Kiper Arema FC, Adilson Maringa. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Sektor penjaga gawang, Arema FC jadi salah satu yang terbaik di Liga 1. Mereka punya kiper asal Brasil, Adilson Maringa. Kiper 31 tahun ini banyak disebut sebagai salah satu kiper terbaik di kompetisi Indonesia.

Maringa selalu jadi pilihan utama dalam 11 laga yang sudah dijalani. Gawangnya sudah kemasukkan 9 gol tapi dia sempat mencatatkan clean sheet dalam 5 laga beruntun.

Posturnya yang jangkung dan refleks bagus jadi modal ideal Maringa. Pemain Persik sepertinya bisa frustasi jika berhadapan dengannya. Tapi dalam tiga laga sebelumnya, Maringa selalu kebobolan. Artinya ada celah untuk menaklukkan Maringa.

Sementara kubu Persik jusru masih gonta-ganti kiper. Mereka sudah menjajal tiga kiper bergantian: Dian Agus, Dikri Yusron sampai Fajar Setya.

Jika melihat dari pengalaman, tentu Dian Agus yang lebih dikedepankan. Namun belakangan Dikri mulai dapat kepercayaan mengamankan gawang Persik. Gawang Persik sudah kemasukan 17 gol. Cukup banyak memang. Jadi ada celah di sektor pertahanan dan penjaga gawang.

Belakang

Pergerakan pemain Bhayangkara FC, Renan Silva (kanan) diganggu oleh pemain Persik Kediri, Dany Saputra, pada laga pekan kelima BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pergerakan pemain Bhayangkara FC, Renan Silva (kanan) diganggu oleh pemain Persik Kediri, Dany Saputra, pada laga pekan kelima BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Arema sudah punya pakem empat pemain belakang: Rizky Dwi, Sergio Silva, Bagas Adi dan Ahmad Alfarizi. Hanya saja Rizky sepertinya harus memulai pertandingan dari bangku cadangan. Karena dia baru pulih dari cedera hamstring. Tapi gantinya, justru pemain berpengalaman, Diego Michiels.

Kuartet lini belakang ini konsisten di setiap laga. Selain tangguh, mereka juga tampak tenang menghadapi serangan lawan. Bek asal Portugal, Sergio Silva yang menularkan ketenangan itu. Meski bukan kapten tim, dia seperti sudah terbiasa mengkoordinir rekan-rekannya. Sampai saat ini, Sergio belum pernah menerima kartu kuning. Sama seperti tandemnya, Bagas Adi.

Sedangkan Persik, beberapa kali mengubah komposisi pemain belakangnya. Di posisi stoper ada Arthur Silva, OK Jhon, Andri Ibo dan Mario Yagalo. Tapi Mario kini absen lantaran cedera lutut lumayan parah.

Sektor bek sayap kanan, ada Ibrahim Sanjaya atau Agil Munawar. Hanya bek kiri yang selalu dipegang Dany Saputra. Dia selalu jadi pilihan utama karena menjabat sebagai kapten tim.

Secara permainan, mantan pemain Persija Jakarta itu bekerja luar biasa. Tak hanya membantu pertahanan, tapi rajin membantu serangan.

Tengah

Pemain Arema FC, Hanif Sjahbandi (kiri) berebut bola dengan penyerang PSIS Semarang, Jonathan Zorilla saat laga pekan keempat BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta. Arema FC harus puas bermain imbang tanpa gol saat bersua PSIS Semarang. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Arema FC, Hanif Sjahbandi (kiri) berebut bola dengan penyerang PSIS Semarang, Jonathan Zorilla saat laga pekan keempat BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta. Arema FC harus puas bermain imbang tanpa gol saat bersua PSIS Semarang. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Di sektor ini, kedua tim punya banyak pemain petarung. Arema mengandalkan gelandang dengan tipe serupa, Hanif Sjahbandi dan Renshi Yamaguchi. Keduanya merupakan gelandang bertahan yang rajin berduel dengan lawan. Renshi jadi salah satu pemain tengah yang banyak melakukan tackling.

Sedangkan Hanif, punya tugas lain, sebagai pembagi bola. Dia juga lebih tenang saat menguasai bola. Tak jarang dia memperlihatkan skill individu, hal yang jarang ia lakukan dalam beberapa tahun silam.

Tapi sekarang, Hanif memang lebih matang. Sedangkan Persik, ada nama Risna Prahalabenta. Sebenarnya Persik punya nama lain Ahmad Agung. Namun dia saat ini harus memenuhi panggilan Timnas Indonesia.

Sedangkan di sektor sayap, Arema kehilangan Dendi Santoso, Dedik Setiawan dan Kushedya Hari Yudo. Ada yang menjalani hukuman akumulasi kartu, ada juga yang ke Timnas Indonesia.

Sehingga Arema masih mencari pemain yang pas di posisi sayap. Di kubu Persik, mereka punya Antoni Putro Nugroho. Mantan pemain Timnas Indonesia U-23 ini bisa membahayakan pertahanan Arema. Karena dia punya skill dan tembakan bagus.

Depan

Youssef Ezzejjari (kanan) tak butuh lama untuk beradaptasi dengan sepak bola di Ingdonesia. Pemain Spanyol tersebut sukses menjelma sebagai seorang striker yang mematikan bagi Persik Kediri. Youssef tercatat telah mencetak 7 gol dari 10 penampilannya di BRI Liga 1. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Youssef Ezzejjari (kanan) tak butuh lama untuk beradaptasi dengan sepak bola di Ingdonesia. Pemain Spanyol tersebut sukses menjelma sebagai seorang striker yang mematikan bagi Persik Kediri. Youssef tercatat telah mencetak 7 gol dari 10 penampilannya di BRI Liga 1. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Baik Persik maupun Arema punya target man mematikan musim ini. YDari kubu Persik ada nama Youssef Ezzejjari. Dia sudah menyumbangkan delapan gol musim ini. Untuk sementara, penyerang asal Spanyol itu jadi pemain tersubur di Liga 1. Pastinya dia jadi ancaman utama gawang Arema.

Tapi pertahanan Persik juga wajib waspada dengan striker Arema, Carlos Fortes. Dia sudah mengoleksi enam gol. Selain skill bagus dan postur kokoh, Fortes sering mencetak gol dengan cara yang tak terduga.

Sebenarnya dua striker ini punya kesamaan. Mereka baru musim ini merasakan sepakbola Indonesia. Namun keduanya bisa cepat beradaptasi dan jadi pemain tersubur untuk tim masing-masing.

Tapi dari segi permainan, keduanya agak berbeda. Ezzejjari merupakan striker murni. Dia tajam dalam menyelesaikan peluang.

Sedangkan Fortes, pergerakannya lebih liar. Kadang dia melebar ke sayap, ada kalanya jadi gelandang serang. Maklum, posisi itu sudah pernah dijalaninya saat bermain di Portugal.

Di Mana Posisi Persik dan Arema Saat Ini?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel